Peringatan Tsunami Dikeluarkan Usai Gempa M7,0 Guncang Laut di Timur Laut Mbay

Peringatan potensi tsunami diteruskan kepada masyarakat setelah gempa M7,0 mengguncang timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Warga yang berada di kawasan pantai diminta segera menjauhi pesisir dan mematuhi arahan evakuasi petugas.

Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengandalkan informasi kebencanaan yang belum terverifikasi.

Instruksi Keselamatan Menjadi Prioritas

Selama peringatan berlaku, warga pesisir perlu mengikuti informasi dari BMKG, BPBD, dan aparat setempat. Pembaruan kondisi harus dipantau melalui kanal resmi karena instruksi keselamatan dapat disesuaikan dengan perkembangan pemantauan.

BPBD setempat dikerahkan untuk memeriksa kondisi bangunan masyarakat dan memantau situasi wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penanganan pascagempa sekaligus penyampaian arahan kepada warga.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan atau menjadikan kabar yang belum jelas sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi resmi diperlukan agar warga dapat merespons situasi sesuai petunjuk yang berlaku di lapangan.

Lokasi dan Kedalaman Gempa

Analisis BMKG menunjukkan pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur. Hiposenter gempa tercatat pada kedalaman 10 kilometer.

Kedalaman yang dekat dengan permukaan membuat gempa tersebut tergolong sangat dangkal. Parameter ini menjadi bagian dari pemantauan setelah lembaga pemantau gempa bumi dan tsunami mengaktifkan peringatan dini.

ParameterInformasi
Waktu kejadian15 Agustus 2026, 04.58.23 WIB
MagnitudoM 7,0
Koordinat8,33 LS dan 121,32 BT
StatusPotensi tsunami diteruskan kepada masyarakat

Lokasi gempa berada di timur laut Mbay, wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT. Informasi peringatan dini ditujukan agar masyarakat di pesisir dapat menerima kabar potensi gelombang tinggi secepat mungkin.

Gempa Kecil Tercatat di Sejumlah Daerah

Sebelum gempa M7,0 di Nagekeo, aktivitas kegempaan juga tercatat di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur. Gempa M3,4 terjadi di Kabupaten Malaka pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 17.32 WITA.

Pusat gempa Malaka berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Pemerintah Kabupaten Malaka memantau perkembangan di wilayahnya dan belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

Gempa M2,5 juga tercatat di Labuan Bajo pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 18.13 WIB. Episenternya berada 91 kilometer di barat laut dengan kedalaman 258 kilometer.

Wilayah barat laut Kabupaten Kupang sebelumnya mengalami gempa M4,0 pada Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 13.19 WIB. Titik episenter gempa itu berada pada kedalaman 87 kilometer.

WilayahMagnitudoKedalaman
Malaka, NTT3,410 km
Labuan Bajo, NTT2,5258 km
Kupang, NTT4,087 km
Konawe Utara3,311 km

Bandung Mengalami Rangkaian Getaran

Kabupaten Bandung mengalami empat gempa pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan kekuatan M3,2, M2,2, M2,3, dan pembaruan M3,0. Getaran di Pangalengan dirasakan warga pada skala II hingga III MMI.

Dr. Hartanto, Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Ia menyatakan, “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.”

Tidak ada laporan kerusakan bangunan hingga sore hari setelah rangkaian guncangan di Bandung. Gempa M2,1 kemudian kembali tercatat di tenggara Kabupaten Bandung pada pukul 16.39 WIB dengan kedalaman 3 kilometer.

Di barat Konawe Utara, Sulawesi Tengah, gempa M3,3 terjadi pada 14 Agustus pukul 10.38 WIB dengan pusat gempa di darat. Untuk Nagekeo, warga pantai tetap perlu menjadikan arahan petugas dan pembaruan resmi sebagai pegangan utama.

Baca Juga