Lima SPBU di Flores masih belum beroperasi setelah gempa mengganggu layanan bahan bakar di wilayah tersebut. Sementara itu, 47 SPBU lainnya telah kembali melayani masyarakat dari total 52 fasilitas yang ada.
Pengoperasian kembali SPBU dilakukan secara bertahap setelah standar keselamatan dan kesiapan operasional dipenuhi. Kondisi lima fasilitas yang belum dibuka terus dipantau agar pemulihan layanan berlangsung dengan aman.
Pemulihan Belum Sepenuhnya Selesai
Kembalinya mayoritas SPBU memberi dukungan penting bagi normalisasi distribusi energi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Namun, layanan belum sepenuhnya pulih karena lima titik masih memerlukan pemantauan lanjutan.
| Status SPBU | Jumlah | Posisi Pemulihan |
|---|---|---|
| Sudah beroperasi | 47 | Kembali melayani masyarakat |
| Belum beroperasi | 5 | Dipantau hingga siap dibuka |
Pertamina Patra Niaga melakukan koordinasi di lapangan untuk mempercepat pemulihan lima SPBU tersebut. Perusahaan menempatkan kelancaran penyaluran energi dan kesiapan fasilitas sebagai perhatian utama setelah gempa.
Selama proses normalisasi berjalan, masyarakat diminta tetap tenang saat memperoleh BBM maupun LPG. Penggunaan sesuai kebutuhan diharapkan membantu menjaga kelancaran distribusi hingga seluruh layanan kembali stabil.
Alih Supply Diperkuat Mobil Tangki dari Bima
Untuk menjaga ketersediaan bahan bakar, Pertamina Patra Niaga menjalankan pengalihan pasokan dari wilayah yang memungkinkan. Perusahaan juga mengirim tambahan armada mobil tangki dari Bima, Nusa Tenggara Barat, menuju Flores.
Sebanyak 11 mobil tangki BBM dan satu mobil tangki avtur tiba di Labuan Bajo pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas 16 kiloliter.
| Jenis Armada | Unit | Kapasitas | Titik Tiba |
|---|---|---|---|
| Mobil tangki BBM | 11 | 16 KL per unit | Labuan Bajo |
| Mobil tangki avtur | 1 | 16 KL | Labuan Bajo |
Setelah tiba, Awak Mobil Tangki langsung melanjutkan perjalanan ke SPBU tujuan. Pergerakan tersebut ditujukan untuk mempercepat penyaluran bahan bakar ke titik layanan yang memerlukan pasokan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pasokan yang tiba diarahkan langsung kepada SPBU tujuan. Strategi itu digunakan agar pelayanan bagi masyarakat dapat segera berjalan.
“Fokus kami adalah memastikan pasokan energi masyarakat tetap terjaga dan proses normalisasi dapat berjalan secepat mungkin,” ujar Kitty pada Senin, 17 Agustus 2026. Ia juga menyebut pasokan dialihkan dari wilayah yang memungkinkan untuk kemudian didistribusikan ke SPBU.
Distribusi Terus Diupayakan Stabil
Tambahan armada dan skema alih supply menjadi penopang distribusi selama sebagian fasilitas terdampak belum dibuka. Penyaluran BBM terus diupayakan agar kebutuhan masyarakat Flores tetap terlayani secara bertahap.
Pemantauan terhadap lima SPBU yang tersisa akan terus dilakukan sampai seluruh persyaratan layanan terpenuhi. Setelah itu, fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi dalam proses normalisasi pascagempa.






