Normalisasi harga batu bara pada semester II-2026 belum mengubah pilihan BRI Danareksa Sekuritas terhadap AADI dan ITMG. Kedua saham itu justru dinilai memiliki daya tarik melalui valuasi yang masih menyisakan ruang aman, dukungan dividen, dan katalis dari masing-masing perusahaan.
BRI Danareksa Sekuritas menetapkan rekomendasi beli dengan target harga Rp12.400 untuk AADI dan Rp34.000 untuk ITMG. Penilaian ini disampaikan ketika ketidakpastian kebijakan pasar disebut telah menekan penilaian sejumlah saham batu bara di bawah fundamentalnya.
Valuasi dan Katalis Perusahaan
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menilai pemilihan saham di sektor ini perlu berfokus pada faktor internal emiten. “Kami tetap menyukai emiten yang memiliki katalis spesifik perusahaan, dukungan dividen, dan ruang aman dari sisi valuasi,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut membedakan pilihan saham dari pandangan sektoral jangka pendek yang lebih berhati-hati. Untuk periode tiga bulan, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan pandangan taktis sektor batu bara menjadi netral, tetapi masih mempertahankan peringkat overweight secara keseluruhan.
| Emiten | Target Harga | Pandangan |
|---|---|---|
| AADI | Rp12.400 | Beli |
| ITMG | Rp34.000 | Beli |
Harga Batu Bara Tidak Diperkirakan Anjlok
Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta memperkirakan harga batu bara tidak akan turun secara tajam. Menurut keduanya, percepatan pemenuhan kewajiban pasar domestik dan preferensi pembeli menjaga persediaan dapat menahan tekanan pada harga komoditas tersebut.
Di sisi lain, pasar perlu memperhitungkan kemungkinan kenaikan pasokan pada semester II-2026. Revisi naik RKAB berpotensi membuka tambahan pasokan, sehingga arah harga batu bara tetap bergantung pada keseimbangan antara suplai dan kebutuhan pasar.
“Revisi naik dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) berpotensi membuka tambahan pasokan pada semester II-2026,” tulis Erindra dan Kafi dalam risetnya. Faktor pasokan ini menjadi salah satu alasan pandangan jangka pendek sektor batu bara tidak lagi seagresif sebelumnya.
Pergerakan AADI dan Rekomendasi Jangka Pendek
AADI mencatat kenaikan 4,1% dan ditutup di Rp9.425 pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebelum riset tersebut diterbitkan. Dalam sepekan saham ini naik 2,7%, sementara penguatannya selama sebulan mencapai 12,5%.
Sepanjang tahun berjalan, AADI telah meningkat 35,1%. Kinerja tersebut menempatkan saham ini dalam perhatian pelaku pasar yang memantau perubahan proyeksi harga dan pasokan batu bara.
KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk AADI dengan target harga harian Rp9.575. Sekuritas itu menetapkan area masuk pada Rp9.175 hingga Rp9.425 serta mengingatkan risiko bila harga menembus support Rp9.175.
| Indikator Teknikal AADI | Level Harga |
|---|---|
| Harga masuk | Rp9.175–Rp9.425 |
| Resistance | Rp9.575 |
| Support | Rp9.175 |
| Stop loss | Rp8.775 |
KB Valbury Sekuritas menetapkan batas penghentian kerugian AADI pada Rp8.775. “Waspada jika harga menembus Rp9.175. Stop loss di level Rp8.775,” tulis sekuritas tersebut.
Dengan target harga dari BRI Danareksa Sekuritas dan sinyal teknikal jangka pendek dari KB Valbury Sekuritas, AADI memperoleh perhatian dari dua pendekatan berbeda. ITMG tetap menjadi pilihan lain bagi investor yang mengikuti pandangan fundamental BRI Danareksa Sekuritas di sektor batu bara.






