Pasar hotel mewah dan ultra-mewah global diproyeksikan tumbuh dari US$154 miliar pada 2024 menjadi US$369 miliar pada 2032. Proyeksi Hospitality Net itu mendorong pelaku perhotelan mencari segmen pelanggan yang mampu memberi nilai jangka panjang.
Keluarga menjadi salah satu sasaran yang semakin diperhitungkan dalam perebutan pasar tersebut. The Ritz-Carlton Bali memilih menggandeng Miki House untuk menawarkan pengalaman menginap yang menempatkan kebutuhan anak sebagai perhatian utama.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui paket eksklusif bernama Little Luxuries by Miki House. Paket tersebut memadukan layanan hotel dengan keahlian merek gaya hidup anak premium asal Jepang itu.
Anggaran keluarga tetap kuat
Potensi pasar keluarga terlihat dari data platform riset perjalanan berbasis AI, Yopki. Sebanyak 81% keluarga berencana mempertahankan atau meningkatkan anggaran liburan mereka pada 2026.
Data itu memperlihatkan perjalanan keluarga tetap menjadi prioritas bagi banyak konsumen. Bagi hotel premium, kecenderungan ini membuka kebutuhan akan layanan yang dapat mengakomodasi orang tua dan anak dalam satu pengalaman.
| Ukuran Pasar | Nilai | Periode | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Rencana anggaran keluarga | 81% | 2026 | Mempertahankan atau menaikkan anggaran liburan |
| Hotel mewah dan ultra-mewah | US$154 miliar | 2024 | Nilai pasar global |
| Hotel mewah dan ultra-mewah | US$369 miliar | 2032 | Proyeksi nilai pasar global |
Bukan sekadar fasilitas menginap
Strategi hotel mewah kini bergeser dari penawaran kamar dan fasilitas semata. Personalisasi pengalaman menjadi pembeda, terutama ketika keluarga mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda selama perjalanan.
The Ritz-Carlton Bali menempatkan kerja sama ini sebagai upaya menciptakan ruang bagi keluarga untuk terhubung dan mengeksplorasi hal baru. Fokus tersebut sejalan dengan kebutuhan orang tua akan perjalanan yang lebih nyaman tanpa mengabaikan kenyamanan anak.
General Manager The Ritz-Carlton Bali, Go Kondo, menyatakan kolaborasi ini menyatukan pelayanan hotel dan perhatian Miki House terhadap kesejahteraan anak. Ia menyebut perpaduan tersebut dirancang agar orang tua dapat menciptakan kenangan berharga bersama keluarga.
“Dengan memadukan pelayanan legendaris The Ritz-Carlton dengan keahlian Miki House yang telah dipercaya, serta dedikasinya terhadap kesejahteraan anak, kami dengan senang hati menghadirkan sebuah pengalaman yang memungkinkan orang tua bepergian dengan lebih nyaman sekaligus menciptakan kenangan berharga bersama,” kata Go Kondo dalam keterangannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Nilai strategis merek anak premium
Miki House didirikan di Jepang pada 1971 dengan visi menghadirkan senyuman untuk anak-anak dan keluarga di berbagai negara. Merek tersebut membawa semangat untuk mendampingi anak-anak bertumbuh serta membantu mewujudkan impian mereka.
Nilai itu dinilai selaras dengan arah layanan keluarga yang dikembangkan The Ritz-Carlton Bali. Kerja sama lintas merek memungkinkan hotel membangun pengalaman yang lebih spesifik daripada layanan menginap konvensional.
VIVA.co.id mencatat wisatawan berpenghasilan tinggi relatif lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. Ketimpangan daya beli itu membuat permintaan hotel mewah tetap tumbuh ketika segmen menengah dan ekonomi menghadapi tantangan yang lebih besar.
Dalam konteks tersebut, paket keluarga dapat mempererat hubungan hotel dengan konsumen bernilai tinggi. Perhatian terhadap kenyamanan anak menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan daya tarik di pasar perjalanan premium.






