Di Tengah Kuasa XXI dan CGV, PFN Siapkan Sinewara untuk Daerah Minim Bioskop

Dominasi Cinema XXI dan CGV Cinemas di industri bioskop Indonesia akan mendapat calon penantang baru dari negara. PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN menargetkan jaringan bernama Sinewara dapat diluncurkan pada 2027 dengan fokus memperluas akses layar di berbagai daerah.

Gagasan tersebut hadir ketika jumlah layar nasional masih terbatas dan penyebarannya belum merata. Indonesia saat ini memiliki sekitar 505 lokasi bioskop dengan total 2.401 layar.

Peluncuran Sinewara tidak ditempatkan sebagai sekadar penambahan jaringan hiburan di kota besar. PFN mengarahkan pengembangannya untuk menjawab kebutuhan wilayah yang selama ini belum banyak terlayani bioskop.

Riefian Fajarsyah, Direktur Utama PFN, menyatakan perseroan masih menggodok konsep dan kesiapan operasional jaringan tersebut. Ia menegaskan produk yang diperkenalkan kepada publik harus telah matang dan siap dijalankan.

“Insyaallah diluncurkan tahun depan. Saat ini sudah ada beberapa kepala daerah dan pemerintah kabupaten yang berkomunikasi langsung,” kata Riefian, yang dikenal sebagai Ifan Seventeen, seperti dikutip market.bisnis.com.

Komunikasi dengan pemerintah daerah menjadi unsur penting karena ekspansi Sinewara diarahkan melampaui pusat industri hiburan nasional. PFN belum memerinci jumlah lokasi maupun layar yang akan dibangun pada fase pertama.

Memulai dari Jakarta Timur

Sebelum memperluas jaringan, PFN akan membangun bioskop percontohan di kantor pusatnya di Jalan Otista, Jakarta Timur. Lokasi ini disiapkan sebagai dasar pengembangan model Sinewara sebelum diterapkan di daerah lain.

Keberadaan proyek awal tersebut membuat peluncuran 2027 bergantung pada kesiapan eksekusi, bukan hanya pengumuman rencana. Realisasi kemitraan dengan pemerintah daerah juga akan menentukan jangkauan jaringan pada tahap berikutnya.

Pasar yang Sudah Memiliki Pemain Besar

Operator mapan telah membangun kapasitas yang besar di pasar domestik. Hingga akhir 2025, Cinema XXI memiliki 267 bioskop di 86 kabupaten dan kota dengan total 1.388 layar.

CGV Cinemas Indonesia mengoperasikan 72 lokasi dengan 411 layar dalam periode yang sama. Kedua jaringan tersebut mencerminkan besarnya skala operasional yang akan dihadapi Sinewara ketika mulai masuk pasar.

PengelolaLokasiLayar
Cinema XXI267 bioskop di 86 kabupaten/kota1.388
CGV Cinemas Indonesia72 lokasi411
Total IndonesiaSekitar 505 lokasi2.401

Ketimpangan Menjadi Latar Utama

Data PFN menunjukkan Pulau Jawa menampung 70% dari seluruh layar bioskop nasional. Sumatra memperoleh porsi 15%, sementara Kalimantan hanya sekitar 5%.

Angka tersebut menunjukkan besarnya jarak akses hiburan layar lebar antarwilayah. Dalam rapat DPR pada Februari 2026, Riefian menyebut Sinewara diarahkan untuk merespons konsentrasi bioskop pada jaringan swasta dan Pulau Jawa.

WilayahPorsi LayarPosisi Sebaran
Pulau Jawa70%Terbesar
Sumatra15%Kedua terbesar
Kalimantan5%Masih terbatas

PFN memperkirakan Indonesia idealnya membutuhkan hingga 20.000 layar bioskop. Sasaran jangka menengah yang dipasang perusahaan adalah mencapai 10.000 layar.

Dengan target tersebut, peran Sinewara akan diukur bukan hanya dari jumlah bioskop yang kelak dibangun. Jaringan ini juga akan diuji dari kemampuannya mendorong distribusi layar yang lebih luas di luar wilayah dengan konsentrasi bioskop tinggi.

Baca Juga