Thailand kehilangan posisi sebagai pasar penerbangan komersial terbesar kedua di Asia Tenggara hanya dengan selisih sekitar 100 ribu kursi. Pada Agustus, Vietnam menyediakan 7,3 juta kursi, sedangkan Thailand berada di angka 7,2 juta kursi.
Perbedaan kecil itu lahir dari arah pertumbuhan yang bertolak belakang. Kapasitas Vietnam meningkat 10 persen secara tahunan, sementara Thailand mengalami penurunan 1,7 persen.
Lonjakan Vietnam di Tengah Pertumbuhan Kawasan yang Terbatas
OAG mencatat Vietnam sebagai pasar dengan pertumbuhan kapasitas tercepat di antara negara Asia Tenggara yang dianalisis. Pencapaian itu menonjol karena kapasitas maskapai di seluruh kawasan hanya naik 0,8 persen menjadi 51 juta kursi pada Agustus.
Perubahan peringkat ini memperlihatkan persaingan kapasitas tidak hanya ditentukan oleh ukuran pasar, tetapi juga kecepatan penambahan kursi. Tambahan penerbangan Vietnam cukup besar untuk melewati Thailand yang sebelumnya berada di atasnya.
Kapasitas domestik Asia Tenggara tumbuh 1,4 persen dan mengambil porsi 45 persen dari keseluruhan pasar. Adapun kapasitas internasional naik 0,4 persen menjadi 28,2 juta kursi atau sekitar 55 persen dari total kursi regional.
Permintaan dan Jaringan Bandara
Dalam South-East Asia Aviation Market Briefing edisi Agustus, OAG menilai pertumbuhan Vietnam terkait meningkatnya minat perjalanan domestik maupun internasional. Kondisi tersebut memungkinkan maskapai memperluas rute dan menambah frekuensi layanan.
Vietnam memiliki sejumlah bandara besar yang melayani penumpang di berbagai wilayah. Jaringan itu mendukung penyebaran permintaan perjalanan sehingga tidak terpusat pada satu kawasan saja.
Penguatan pasar juga ditopang kolaborasi antara pelaku pariwisata dan maskapai. Agen perjalanan serta operator tur dapat memesan kursi dalam jumlah besar dan menjalankan promosi bersama maskapai penerbangan.
Kerja sama tersebut membantu kursi terjual lebih cepat sekaligus membuka peluang pengembangan destinasi baru. Perluasan destinasi pada akhirnya dapat mendukung jaringan udara internasional Vietnam.
Peta Kapasitas Lima Pasar Utama
| Negara | Kursi Tersedia | Perubahan Tahunan | Posisi Regional |
|---|---|---|---|
| Indonesia | 11 juta | Naik 4,3% | 1 |
| Vietnam | 7,3 juta | Naik 10% | 2 |
| Thailand | 7,2 juta | Turun 1,7% | 3 |
| Malaysia | 5,4 juta | Turun 6,4% | – |
| Filipina | 4,8 juta | Turun 5,7% | – |
Indonesia tetap tidak tergoyahkan di posisi pertama dengan kapasitas 11 juta kursi pada Agustus. Kapasitas pasar Indonesia juga tumbuh 4,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jarak Indonesia dan Vietnam masih mencapai 3,7 juta kursi, sehingga pergantian posisi terutama berlangsung pada persaingan peringkat kedua. Vietnam kini berada di antara pasar terbesar kawasan, meski skala kapasitasnya masih jauh di bawah Indonesia.
Di luar tiga besar, Malaysia menyediakan 5,4 juta kursi dan Filipina 4,8 juta kursi. Kedua negara sama-sama mencatatkan penurunan kapasitas, masing-masing 6,4 persen dan 5,7 persen secara tahunan.
Data tersebut menggambarkan pasar penerbangan Asia Tenggara yang bergerak dengan kecepatan berbeda-beda. Vietnam menjadi pengecualian utama melalui pertumbuhan dua digit, sementara Thailand harus turun satu tingkat akibat kapasitas yang melemah.






