PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk memperbesar porsi dana murahnya pada semester I-2026. CASA BWS mencapai Rp8,46 triliun, meningkat 7,49 persen dari Rp7,87 triliun pada akhir 2025.
Kenaikan itu mengangkat rasio current account saving account terhadap Dana Pihak Ketiga menjadi ებულ 28,72 persen dari 23,11 persen. Struktur pendanaan yang membaik membantu perseroan menjaga net interest margin di tengah persaingan likuiditas perbankan.
Dana Murah Membuka Ruang Menjaga Margin
Net interest margin BWS tercatat 3,3 persen pada semester I-2026. Posisi tersebut naik tipis dari 3,29 persen pada periode sebelumnya.
Dana murah memiliki biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan sumber dana lain. Karena itu, bertambahnya proporsi CASA memberi fleksibilitas lebih besar bagi BWS dalam mengelola margin bunga bersih.
Total DPK BWS pada akhir Juni 2026 tercatat Rp29,46 triliun. Di sisi intermediasi, nilai kredit yang disalurkan perseroan mencapai Rp40,34 triliun.
| Indikator Pendanaan | Nilai | Pembanding |
|---|---|---|
| CASA | Rp8,46 triliun | Rp7,87 triliun pada akhir 2025 |
| Rasio CASA terhadap DPK | 28,72 persen | 23,11 persen |
| DPK | Rp29,46 triliun | – |
| Kredit | Rp40,34 triliun | – |
Komisi Menjadi Penopang Tambahan
Perbaikan struktur dana berjalan seiring dengan kenaikan pendapatan nonbunga. Fee based income BWS mencapai Rp121 miliar pada semester I-2026, tumbuh 7,4 persen dibandingkan Rp112 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor utama pertumbuhan itu berasal dari transaksi valuta asing, layanan treasury, serta komisi penyaluran kredit. Sumber pendapatan tersebut memperluas basis laba perseroan di luar bunga kredit.
Keuntungan transaksi valuta asing naik 26 persen menjadi Rp40 miliar. Komisi kredit tumbuh lebih tinggi, yakni 32 persen, hingga menjadi Rp24 miliar.
| Komponen Pendapatan Nonbunga | Semester I-2026 | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Fee based income | Rp121 miliar | 7,4 persen |
| Keuntungan transaksi valuta asing | Rp40 miliar | 26 persen |
| Komisi kredit | Rp24 miliar | 32 persen |
Pertumbuhan pendapatan komisi turut berjalan bersama peningkatan profitabilitas BWS. ROA meningkat menjadi 0,87 persen dari 0,38 persen, sedangkan ROE melonjak menjadi 11,52 persen dari 1,43 persen.
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menyatakan pertumbuhan fee based income mencerminkan sumber pendapatan bank yang semakin luas. Menurutnya, kenaikan CASA dan efisiensi operasional dapat membuat kualitas laba lebih baik serta lebih berkelanjutan.
“Pertumbuhan fee based income menjadi indikator positif karena mencerminkan makin luasnya sumber pendapatan bank. Ketika diikuti dengan kenaikan CASA dan efisiensi operasional, kualitas laba menjadi lebih baik dan lebih berkelanjutan,” ujar Abdul Azis pada Jumat (14/8/2026).
Dengan tambahan dana murah dan pendapatan komisi yang tumbuh, BWS memiliki penopang kinerja dari sisi pendanaan maupun nonbunga. Kedua faktor tersebut menjadi penting saat bank tetap perlu menjaga margin dalam persaingan memperoleh likuiditas.






