Kopi sering dipilih untuk menjaga fokus saat aktivitas berlangsung, tetapi tambahan bahan di dalamnya tidak dapat diabaikan. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition mencatat hasil berbeda pada pola sajian kopi yang rendah gula dan lemak jenuh.
Kopi hitam termasuk pola konsumsi yang dikaitkan dengan risiko kematian akibat semua penyebab lebih rendah. Hubungan serupa juga dilaporkan pada kopi dengan tambahan gula dan lemak jenuh dalam kadar rendah.
Perbedaan Sajian yang Dicatat
Krimer, gula, dan bahan tambahan lain dapat mengubah komposisi minuman yang dikonsumsi setiap hari. Karena itu, pembahasan manfaat kopi tidak berhenti pada efek segar atau kandungan kafeinnya.
Dalam studi tersebut, kelompok peminum kopi hitam atau kopi rendah gula dan lemak jenuh dilaporkan memiliki risiko kematian akibat semua penyebab 14% lebih rendah. Angka itu dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi kopi.
Verywell Health mengutip laporan penelitian tersebut sebagai kajian mengenai kaitan konsumsi kopi berkafein harian dan sejumlah hasil kesehatan. Temuan itu juga mencakup risiko kematian yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
| Kebiasaan minum | Risiko lebih rendah | Catatan |
|---|---|---|
| Minimal 1 cangkir kopi berkafein per hari | 16% | Mencakup semua penyebab dan penyakit kardiovaskular |
| 2-3 cangkir kopi | 17% | Angka yang dilaporkan penelitian |
| Kopi hitam atau rendah gula dan lemak jenuh | 14% | Dibandingkan dengan yang tidak minum kopi |
Jumlah Cangkir dalam Studi
Penelitian itu mencatat konsumsi minimal satu cangkir kopi berkafein per hari berkaitan dengan penurunan risiko sebesar 16%. Catatan tersebut merujuk pada risiko kematian akibat semua penyebab serta kematian terkait penyakit kardiovaskular.
Kelompok yang mengonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi disebut memiliki pengurangan risiko sebesar 17%. Data itu memperlihatkan perbedaan angka berdasarkan jumlah konsumsi yang dilaporkan.
Temuan penelitian menggambarkan suatu hubungan dalam pola konsumsi yang diamati. Hasil tersebut tidak memisahkan kopi dari seluruh kebiasaan hidup dan pola makan seseorang.
Momen Kopi dalam Sidang
Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian ketika meminum kopi di tengah pidato kenegaraan. Ia sempat menghentikan penyampaiannya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.
Momen itu terjadi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). Prabowo meminta izin sebelum berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan pidatonya.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap produk kopi nasional sambil menyinggung daerah-daerah penghasil kopi. “Saya mohon izin. Memang kopi Indonesia yang terbaik. Daerah-daerah penghasil kopi, pasti mendukung saya,” kata Prabowo.
Kafein dalam kopi dikenal luas dapat membantu mengusir rasa kantuk. Kandungan tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan hormon dopamin dan norepinefrin yang dapat membuat tubuh terasa lebih fokus dan bersemangat.
Di balik fungsi itu, cara menyajikan kopi tetap menjadi bagian penting dari catatan studi. Sajian tanpa banyak gula dan lemak jenuh muncul sebagai pola yang dikaitkan dengan hasil lebih baik dalam laporan penelitian tersebut.






