Saat Cemas, Es di Ketiak Memang Menenangkan, tetapi Bukan Jalan Keluar

Menempelkan es di ketiak dapat membuat tubuh terasa lebih tenang ketika cemas, panik, atau dilanda pikiran berlebihan. Namun, efek tersebut bersifat sementara dan tidak menyelesaikan penyebab yang mendasari gangguan kecemasan.

Dr. Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc, psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, menekankan pentingnya membedakan bantuan sesaat dengan terapi. Kompres dingin dapat membantu saat ketegangan memuncak, tetapi tidak seharusnya dipandang sebagai solusi utama.

Efeknya Berasal dari Pengalihan Fokus

Saat pikiran terus berputar, sensasi dingin yang kuat dapat menarik perhatian seseorang kepada kondisi fisiknya pada saat itu. Proses ini dikenal sebagai grounding, yaitu pengalihan fokus dari overthinking ke rangsangan yang sedang dirasakan tubuh.

Dalam keadaan tegang atau panik, tubuh merespons adanya sensasi baru yang kuat. Karena itu, sebagian orang merasakan perubahan sementara setelah memakai kompres es.

Penjelasan dr. Riati yang dikutip health.detik.com juga mengaitkan efek tersebut dengan aktivasi saraf parasimpatis. Saraf ini berperan dalam respons relaksasi dan dapat membantu menurunkan respons stres tubuh.

Respons TubuhPeran pada Momen Cemas
Aktivasi saraf parasimpatisMembantu menurunkan respons stres dan memicu relaksasi
Grounding dengan sensasi dinginMengalihkan perhatian dari overthinking ke sensasi fisik

Mekanisme itu menjelaskan mengapa kompres es bisa terasa menenangkan, bukan membuktikan bahwa cara tersebut mengobati kecemasan. Dr. Riati menyatakan belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menjadikan kompres es di ketiak sebagai terapi gangguan kecemasan.

Penggunaan Berlebihan Membawa Risiko

Rasa tenang sesaat dapat mendorong seseorang memakai es lebih lama atau lebih sering. Padahal, paparan suhu sangat dingin secara langsung pada kulit dapat menyebabkan iritasi hingga cold burn.

Cold burn adalah cedera pada jaringan kulit akibat suhu yang sangat dingin. Risiko ini menjadi alasan mengapa es tidak boleh ditempelkan langsung dan terlalu lama pada kulit.

Kompres dingin tetap dapat digunakan secara terbatas ketika tubuh terasa amat tegang. Pemakaiannya perlu dipahami sebagai pertolongan pertama, bukan kebiasaan utama untuk menghadapi kecemasan yang berulang.

Perhatikan Dampaknya pada Aktivitas

Overthinking dapat tampak sebagai pikiran yang sukar dihentikan dan terus muncul berulang. Keluhan ini perlu diperhatikan bila mulai menetap dan memengaruhi kegiatan sehari-hari.

Gangguan tidur, pekerjaan yang menjadi kacau, serta munculnya serangan panik merupakan beberapa tanda yang patut diperiksa lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat menunjukkan perlunya penanganan yang lebih sesuai daripada sekadar pengalihan dengan suhu dingin.

Dr. Riati menyarankan untuk menemui ahli bila cemas dan overthinking berlangsung selama beberapa minggu atau sudah mengganggu aktivitas. Penanganan sejak dini dinilai lebih baik daripada membiarkan keluhan berkembang tanpa bantuan yang tepat.

Psikolog dan Psikiater Dapat Membantu

Pendampingan dapat diberikan oleh psikolog atau psikiater sesuai kebutuhan masing-masing orang. Bentuk penanganan dapat berupa psikoterapi CBT maupun obat-obatan apabila memang diperlukan.

“Efeknya hanya bersifat sementara, yaitu membantu menenangkan tubuh, bukan mengatasi penyebab kecemasan,” tegas dr. Riati. Pesan ini menjadi pengingat bahwa ketenangan dari es bukan alasan untuk menunda pencarian bantuan profesional ketika keluhan terus berulang.

Baca Juga