Gempa bumi di Nusa Tenggara Timur tidak mengganggu kondisi beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog. Persediaan dilaporkan tetap aman dan kering, meski sekitar 10 hingga 12 gudang mengalami kerusakan bangunan.
Kontras antara stok yang selamat dan fasilitas yang rusak membuat Bulog memprioritaskan pemeriksaan keamanan struktur. Perhatian utama diarahkan kepada gudang berkategori rusak sedang agar tidak digunakan tanpa penanganan yang tepat.
Stok Beras Tetap Terjaga
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan tidak ada masalah pada beras di lokasi terdampak. Ia menyebut kondisi persediaan tetap kering sehingga dampak gempa tidak dilaporkan merusak stok pangan tersebut.
“Beras aman, tidak masalah. Kalau beras di sana kan aman, kering tidak ada hujan,” kata Rizal. Pernyataan itu menegaskan bahwa gangguan yang ditemukan berada pada bangunan gudang, bukan pada komoditas yang disimpan.
Kondisi ini penting karena gudang Bulog berfungsi menyimpan persediaan beras di wilayah tersebut. Hingga pembaruan disampaikan, Bulog tidak melaporkan adanya kerusakan pada beras akibat gempa yang terjadi di NTT.
Kerusakan Bangunan Masih Didata
Bulog mencatat sekitar 10 sampai 12 gudang terdampak gempa. Kerusakan yang ditemukan berada pada tingkat ringan dan sedang, tanpa perincian jumlah bangunan pada setiap kategori.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah gudang terdampak | Sekitar 10-12 lokasi |
| Kondisi bangunan | Rusak ringan dan rusak sedang |
| Kondisi beras | Aman dan kering |
| Kondisi karyawan | Sehat, tanpa kerugian personel yang dilaporkan |
Rizal menyampaikan bahwa kerugian materiil memang terjadi pada sejumlah gudang. Namun, kerusakan tersebut belum disebut berada pada kategori berat berdasarkan data yang diterima Bulog.
Bangunan dengan kerusakan sedang memerlukan perhatian lebih karena kondisi strukturnya perlu dipastikan sebelum kembali dimanfaatkan. Bulog menilai pemeriksaan ini diperlukan untuk mengantisipasi dampak apabila terjadi guncangan susulan.
Direktur SDM Ditugaskan Meninjau Lokasi
Untuk menilai kondisi bangunan, Bulog mengirim Direktur Sumber Daya Manusia meninjau langsung gudang terdampak. Survei struktur diprioritaskan bagi fasilitas yang mengalami kerusakan sedang.
Peninjauan dilakukan agar bangunan yang retak atau rusak tidak tetap digunakan tanpa perbaikan memadai. Rizal mengingatkan bahwa kerusakan dapat menjadi lebih parah bila gudang kembali diguncang sebelum struktur diamankan.
“Karena antisipasi jangan sampai nanti tetap digunakan, tidak diperbaiki, takutnya goyang berikutnya nanti malah lebih parah rusaknya, bahkan mengakibatkan korban jiwa dan lain sebagainya,” ujar Rizal seperti dilaporkan Media Indonesia. Langkah pengamanan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Bulog setelah menerima laporan kerusakan dari wilayah NTT.
Personel Dilaporkan Sehat
Selain mengecek bangunan dan persediaan, Bulog juga memantau keselamatan personelnya di daerah terdampak. Hingga pernyataan itu disampaikan, tidak ada laporan kerugian personel dari pimpinan wilayah setempat.
Rizal menyatakan seluruh karyawan Bulog di wilayah terdampak dalam keadaan sehat. Gempa terjadi pada Sabtu (15/8), sementara pembaruan mengenai dampaknya pada gudang Bulog disampaikan di Jakarta pada Senin (17/8).






