Rumah dan Fasilitas Rusak, Warga Manggarai Terdampak Gempa M7,7 Menanti Bantuan

Kerusakan 47 rumah dan enam fasilitas publik di Manggarai menempatkan kebutuhan tempat berlindung sebagai persoalan utama setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. Warga yang tidak dapat menempati rumahnya membutuhkan tenda dan perlengkapan dasar selama masa pengungsian.

Data kerusakan di kabupaten tersebut mencakup 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga terdampak, sehingga layanan warga menghadapi tekanan tambahan.

Kerusakan di Manggarai

Objek TerdampakJumlah
Rumah rusak berat29 unit
Rumah rusak sedang9 unit
Rumah rusak ringan9 unit
Fasilitas kesehatan rusak5 unit
Fasilitas pendidikan rusak1 unit

Kondisi tersebut membuat tenda pengungsi, tenda posko, dan tenda pleton dibutuhkan untuk penampungan serta operasional penanganan. Kebutuhan velbed, selimut, tikar, dan peralatan dapur juga meningkat karena warga memerlukan dukungan untuk menjalani aktivitas sehari-hari di pengungsian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengidentifikasi kebutuhan warga melalui kaji cepat di lapangan. Berton SP Panjaitan selaku Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebut pendataan itu menjadi bagian dari penanganan darurat di Manggarai.

Logistik Pangan hingga Penerangan

Di antara kebutuhan yang tercatat, beras diperlukan hingga 30 ton untuk memenuhi pangan warga terdampak. Manggarai juga membutuhkan obat-obatan, 12 tandon air berkapasitas 2.200 liter per unit, serta 10 genset berkapasitas 5 KVA.

LogistikJumlahKeterangan
Beras30 tonKebutuhan pangan
Tenda pengungsi15 unitPenampungan warga
Tenda posko12 unitKoordinasi
Tenda pleton20 unitOperasional
Peralatan dapur500 paketKebutuhan makan
Handy talky dan senter10 dan 100 unitKomunikasi dan penerangan

Ketersediaan air bersih, listrik, komunikasi, dan penerangan diperlukan agar layanan pengungsian tetap berjalan. Kebutuhan medis juga menjadi perhatian setelah BNPB mencatat dua korban luka berat dan 11 korban luka ringan di sejumlah kabupaten terdampak.

Korban Tersebar di Tiga Kabupaten

Jumlah korban meninggal akibat gempa mencapai 14 orang. Enam korban berada di Manggarai, lima korban di Manggarai Timur, dan tiga korban lainnya di Sikka.

Gempa berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada pukul 04.58.24 WIB. Guncangan yang berlangsung kurang lebih satu menit memicu kepanikan dan membuat sebagian warga mengungsi ke lokasi lebih tinggi setelah peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan BMKG.

Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta supermarket di kawasan bencana membagikan makanan kepada korban. Pemerintah akan mengganti stok yang dikeluarkan sambil menunggu bantuan resmi tiba.

BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus melakukan kaji cepat, pendataan korban, serta pemantauan masyarakat. Penanganan difokuskan pada pemenuhan pangan, layanan kesehatan, air bersih, dan kebutuhan tempat tinggal sementara di wilayah Flores bagian utara yang terdampak.

Baca Juga