Kebebasan Bersuara dan Jalan Warga, BEM UI Diingatkan Jaga Bundaran HI

Aksi mahasiswa di pusat Jakarta kembali menempatkan kebebasan berekspresi dan kelancaran aktivitas warga dalam satu perhatian. DPRD DKI Jakarta meminta peserta aksi BEM UI di Bundaran HI menjaga kedua kepentingan tersebut secara seimbang.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu menilai kritik dari mahasiswa harus tetap mendapat ruang dalam kehidupan demokrasi. Pada saat yang sama, ia meminta penyampaian aspirasi tidak menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Aksi Dijadwalkan pada 18 Agustus

BEM Universitas Indonesia menginisiasi aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB.

Bundaran HI merupakan kawasan yang berada di tengah aktivitas warga, pekerja, pelaku usaha, serta pengguna jalan. Kondisi tersebut membuat dampak kegiatan di lokasi perlu menjadi pertimbangan bagi seluruh pihak.

Unsur KegiatanKeterangan
PenggagasBEM Universitas Indonesia
Tajuk aksi#MerebutKemerdekaan
JadwalSelasa, 18 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB
LokasiBundaran HI, Jakarta Pusat

Ketertiban Tidak Menutup Kritik

Kevin, politikus Fraksi PSI, menyebut penyampaian aspirasi dan kritik sebagai bagian dari hak konstitusional mahasiswa. Ia menegaskan suara kelompok muda perlu dijaga sebagai elemen penting dalam dinamika demokrasi.

“Justru suara mahasiswa harus dijaga sebagai bagian penting dari demokrasi kita,” ujar Kevin dalam keterangannya. Pernyataan itu disampaikan menjelang pelaksanaan aksi #MerebutKemerdekaan.

Menurut Kevin, tema aksi mengenai makna kemerdekaan bagi masyarakat dapat disampaikan secara lantang. Namun, pelaksanaan kegiatan perlu tetap memperhatikan hak masyarakat lain yang menggunakan kawasan Bundaran HI.

“Saya mengimbau agar aksi hari ini tidak mengganggu hak masyarakat lainnya. Jangan sampai perjuangan menyampaikan aspirasi justru merugikan pengguna jalan, pekerja, pelaku usaha, maupun warga yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI,” kata Kevin.

Petugas Diminta Bersikap Humanis

Selain peserta aksi, Kevin memberi perhatian kepada petugas pengamanan di lapangan. Ia berharap pengamanan dilakukan secara humanis dan terukur agar suasana tetap kondusif.

Ia menilai aparat tetap harus tegas apabila terjadi pelanggaran hukum. Meski demikian, penegakan aturan tidak boleh menghilangkan ruang demokrasi bagi mahasiswa.

“Pengamanan harus tegas terhadap pelanggaran hukum, tetapi jangan sampai menghilangkan ruang demokrasi,” tegas Kevin. Ia menekankan perlunya keseimbangan antara pengamanan dan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi.

Kevin berharap aksi tersebut dapat memperlihatkan bahwa ketertiban umum tidak harus berhadapan dengan kebebasan berpendapat. Menurut dia, Jakarta dapat menjadi contoh ketika seluruh pihak mampu menjaga dua prinsip tersebut secara beriringan.

Baca Juga