Residu pembakaran batu bara dari PLTU Air Anyir kini masuk ke ribuan hektare lahan pertanian di Bangka Belitung dalam bentuk pupuk dan pembenah tanah. Olahan Fly Ash and Bottom Ash atau FABA itu dinilai petani dibutuhkan serta memberi hasil yang baik untuk kegiatan budidaya.
Ketua Umum Forum Masyarakat Petani atau Formap Babel, Arif, menyebut pemanfaatan pupuk FABA telah meluas di tengah masyarakat. Program pengolahannya juga memberi pilihan bahan perbaikan tanah bagi lahan yang banyak bersifat asam.
Pupuk untuk Menekan Beban Produksi
Manfaat ekonomi menjadi salah satu alasan utama FABA menarik bagi petani Bangka Belitung. Penggunaannya disebut dapat memangkas biaya produksi hingga 58,3 persen, terutama untuk perbaikan unsur hara dan kebutuhan pengapuran lahan.
FABA berfungsi membantu meningkatkan pH tanah agar lebih mendukung budidaya pertanian. General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara, Rita Triani, menyatakan kondisi lahan Bangka Belitung membuka peluang besar bagi pemanfaatan material tersebut.
PLN dan Formap Babel telah mengembangkan pupuk berbasis FABA selama lebih dari tiga tahun. Penyerapan FABA dalam kerja sama itu mencapai sekitar 100 ton per bulan.
Sepanjang 2026, pengolahan tersebut menghasilkan lebih dari 25 ribu karung pupuk FABA. Material dari PLTU Air Anyir kemudian disalurkan kepada petani di sejumlah wilayah Bangka Belitung.
Pemanfaatan Diatur Standar Nasional
Penggunaan FABA di sektor pertanian memperoleh landasan melalui SNI 9387:2025. Standar ini mengatur FABA sebagai pembenah tanah dan bahan baku pupuk tanaman.
Keberadaan standar tersebut diharapkan membuat pemanfaatan FABA lebih aman, terukur, dan berkelanjutan. Pengembangan produk pertanian ini juga berlangsung di tengah perluasan penggunaan FABA untuk kebutuhan nonpertanian.
| Sektor | Produk atau Bentuk | Kegunaan |
|---|---|---|
| Pertanian | Pupuk dan pembenah tanah | Membantu perbaikan unsur hara serta pH tanah |
| Konstruksi | Batako dan paving block | Bahan baku bangunan |
| Konservasi pesisir | Media terumbu karang dan fish shelter | Mendukung konservasi kawasan pesisir Bangka |
| Reklamasi | Material stabilisasi lahan | Membantu pemulihan lahan pascatambang |
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengatakan pemanfaatan FABA di wilayah tersebut rata-rata telah mencapai hampir 90 persen. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat pemanfaatannya bahkan disebut melampaui produksi tahunan.
“PLN tidak hanya memastikan pembangkit mampu menghasilkan listrik yang andal, tetapi juga bagaimana seluruh proses bisnisnya dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Rizal. Menurutnya, FABA memiliki potensi untuk menjadi berbagai produk yang bernilai guna bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.
Peluang bagi Pemulihan Lahan dan Ekonomi Lokal
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai pengembangan FABA dapat menjawab beberapa kebutuhan sekaligus. Saat berkunjung ke PLTU Air Anyir, ia menyoroti peluang pemulihan lahan pascatambang, peningkatan produktivitas pertanian, dan penciptaan aktivitas ekonomi baru.
“FABA yang tadinya merupakan residu, ternyata bisa kita gunakan untuk pupuk,” kata Bambang seperti diberitakan CNBC Indonesia. Ia mendorong agar hilirisasi FABA diperluas menjadi program nasional untuk mendukung swasembada pangan.
Ekosistem FABA juga diharapkan dapat melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. PLN membina kelompok FABA KITE LESTARI yang mengolah limbah organik menjadi pupuk siap pakai dengan melibatkan 25 penerima manfaat, mayoritas berusia di atas 40 tahun.






