Pulsa yang Tampak Sepele Bisa Jadi Pintu Judol Anak, Ini Peringatan Bareskrim

Sembilan orang ditangkap dalam pengungkapan jaringan perjudian daring internasional yang server situsnya berada di Kamboja. Dalam perkara ini, polisi menemukan penggunaan pulsa sebagai salah satu cara untuk melakukan deposit.

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran baru karena transaksi dengan pulsa dapat lebih mudah dijangkau anak-anak dan pelajar. Bareskrim Polri meminta orang tua mencermati saldo pulsa anak, selain tetap memantau kegiatan mereka di internet.

Transaksi Sederhana, Risiko Lebih Luas

Penggunaan Deposit Pulsa menjadi sorotan karena tidak memerlukan metode pembayaran yang lebih kompleks. Kondisi ini dinilai dapat membuka kemungkinan anak mengakses perjudian daring dengan hambatan transaksi yang lebih kecil.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan hasil pengungkapan pertama menunjukkan judi dapat diakses melalui pulsa. Ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut berpotensi menyeret anak ke praktik perjudian hingga kecanduan.

“Karena dengan hasil pengungkapan kita di kasus pertama di mana judi ini bisa diakses dengan pulsa, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak kita bisa terjerat atau mungkin bahkan bisa kecanduan dengan judi online,” jelas Wira. Pernyataan itu disampaikan dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

Pengawasan keluarga diperlukan untuk melihat perubahan kebiasaan penggunaan ponsel. Perubahan pemakaian kuota maupun saldo pulsa dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan orang tua.

Penindakan di Kamboja dan Tangerang

Selain jaringan internasional tersebut, polisi juga melakukan operasi terhadap tiga markas perjudian daring di Tangerang. Operasi serentak itu menghasilkan pengamanan 14 tersangka.

OperasiSasaranHasil
Pengungkapan pertamaJaringan internasional, server di Kamboja9 orang ditangkap
Pengungkapan keduaTiga markas judi online di Tangerang14 tersangka diamankan

Kasus pertama menjadi perhatian khusus karena jaringan tersebut memakai pulsa untuk deposit. Sementara itu, penindakan di Tangerang memperlihatkan bahwa operasi polisi juga menyasar lokasi-lokasi yang digunakan untuk menjalankan aktivitas perjudian daring.

Dua operasi tersebut menegaskan adanya pola penindakan terhadap jaringan dengan karakter berbeda. Polisi menangani baik jaringan yang terafiliasi lintas negara maupun aktivitas yang dijalankan dari sejumlah lokasi di Tangerang.

Pesan untuk Orang Tua

Wira menitipkan pesan kepada masyarakat, terutama orang tua, agar lebih teliti dalam mengawasi perilaku anak. Menurutnya, perhatian keluarga penting untuk mencegah penggunaan ponsel yang tidak semestinya.

“Kemudian yang kedua, pada kesempatan yang baik ini juga kami menitipkan pesan moral kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya orang tua, para orang tua untuk bisa lebih teliti dalam mengawasi perilaku atau tingkah anak-anak kita,” ujar Wira.

Pemantauan tidak terbatas pada durasi anak berada di depan layar. Orang tua juga perlu memperhatikan apakah pulsa yang dimiliki anak digunakan untuk aktivitas digital yang berisiko.

Komitmen Bareskrim Polri

Bareskrim Polri menyatakan komitmennya untuk melakukan penindakan terhadap praktik perjudian yang ada di Indonesia. Upaya tersebut disertai ajakan kepada masyarakat agar memperkuat pencegahan dari rumah.

Wira berharap perhatian khusus terhadap pulsa anak dapat mengurangi peluang penyalahgunaan untuk Judi Online. Pengawasan terhadap perilaku penggunaan ponsel, kuota, dan saldo pulsa dinilai relevan di tengah adanya akses perjudian melalui metode tersebut.

Baca Juga