Wheelbase Naik 150 Mm, BYD Atto 1 Berpotensi Mengubah Kenyamanan Kelasnya

Tambahan wheelbase sekitar 150 mm menjadi salah satu perubahan paling penting dalam bocoran BYD Atto 1. Jarak sumbu roda yang disebut mencapai 2.650 mm itu berpotensi meningkatkan kelapangan ruang bagi penumpang baris kedua.

Perubahan tersebut menarik karena BYD Atto 1 berada di kelas mobil listrik entry-level. Jika diwujudkan pada model produksi, kabin yang lebih lega dapat menjadi nilai tambah di tengah persaingan mobil listrik kompak.

Model ini juga disebut tumbuh menjadi panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm. Bodi yang membesar itu akan dipadukan dengan ban berukuran 205/60 R16.

Perubahan Ukuran dan Performa

KomponenData yang DisebutkanKeterangan
Panjang4.205 mmDimensi bodi baru
Wheelbase2.650 mmBertambah sekitar 150 mm
Ban205/60 R16Ukuran yang disebut akan dipakai
Motor listrik95 kW atau sekitar 127 hpKecepatan maksimum 150 km/jam

Selain membawa dimensi baru, BYD Atto 1 dikabarkan memakai motor listrik 95 kW atau sekitar 127 hp. Tenaga maksimum itu dikaitkan dengan kemampuan mencapai kecepatan hingga 150 km/jam.

Angka tersebut lebih tinggi daripada tenaga model sebelumnya. Namun, rincian mengenai karakter penggerak, kapasitas baterai, dan jarak tempuh resminya belum tersedia.

Layar Sentral Menjadi Pusat Informasi

Bocoran gambar menunjukkan penataan dasbor yang lebih minimalis dengan satu layar besar di bagian tengah. Tidak tampak panel instrumen digital khusus di depan pengemudi pada foto tersebut.

Informasi berkendara kemungkinan akan ditampilkan melalui layar utama itu. Belum ada kepastian mengenai resolusi layar maupun peningkatan kemampuan pemrosesan dibandingkan versi sebelumnya.

BYD tetap mempertahankan tombol fisik di bawah kisi-kisi pendingin udara. Kehadiran tombol itu memungkinkan beberapa fungsi kendaraan diakses tanpa ketergantungan penuh pada layar sentuh.

Konsol tengah terlihat memakai desain dua tingkat dengan ruang penyimpanan tambahan di bagian bawah. Setir juga direvisi melalui tombol berbentuk kotak dengan sudut membulat.

LiDAR Masih Belum Pasti

Liputan6.com, yang mengutip CarNewsChina, melaporkan model ini masih menggunakan baterai LFP atau lithium iron phosphate. Teknologi tersebut tetap menjadi sumber energi, meski kapasitasnya belum diumumkan secara lengkap.

LiDAR turut menjadi salah satu perangkat yang berpotensi disematkan untuk mendukung sistem bantuan berkendara. Kehadirannya masih berstatus kemungkinan dan belum mendapat kepastian dari BYD.

Di China, mobil ini dikenal sebagai BYD Seagull dan masuk jajaran Ocean Network. Nama lain yang digunakan di pasar internasional mencakup Dolphin Mini, Dolphin Surf, serta BYD Atto 1.

Informasi mengenai jadwal peluncuran, harga, fitur final, dan spesifikasi baterai masih belum tersedia. Detail akhir model produksi akan bergantung pada pengumuman resmi BYD.

Baca Juga