Indonesia Emas 2045 Dipertaruhkan, Pramuka Didorong Cetak Pemimpin Muda

Persiapan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada besarnya jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga pada kualitas karakter dan kepemimpinan generasi mudanya. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Gerakan Pramuka mempercepat pembentukan dua aspek tersebut.

Lestari menilai anak muda harus mulai mempersiapkan diri untuk menerima tongkat estafet pembangunan bangsa. Ia menekankan perlunya kepemimpinan kolaboratif agar generasi saat ini mampu menjawab tantangan masa depan.

“Saatnya para pemuda menciptakan kepemimpinan yang kolaboratif. Anak-anak muda generasi saat ini harus siap menerima tongkat estafet menuju Indonesia Emas. Para pemuda harus bergerak sekarang,” ujar Lestari yang akrab disapa Rerie.

Landasan Pancasila bagi Pemimpin Muda

Rerie menegaskan kepemimpinan pemuda harus dibangun berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Pembinaannya perlu diarahkan pada empat pilar utama dalam visi Indonesia Emas 2045.

Pilar UtamaPenekanan bagi Generasi Muda
Kedaulatan dan persatuanPenguatan jiwa kebangsaan
Pembangunan manusia dan penguasaan IPTEKPeningkatan kualitas generasi penerus
Pembangunan ekonomi berkelanjutanKeterlibatan dalam arah pembangunan nasional
Pemerataan pembangunanPerhatian dalam visi Indonesia Emas 2045

Empat pilar tersebut memuat agenda kedaulatan dan persatuan, pembangunan manusia serta penguasaan IPTEK, pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan pemerataan pembangunan. Arah itu dinilai perlu dipahami pemuda ketika membangun kepemimpinan di tengah masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Pramuka dipandang bukan semata organisasi kegiatan kepanduan. Keberadaannya dapat menjadi ruang pembinaan bagi pemuda untuk menguatkan karakter, jiwa kebangsaan, dan kemampuan memimpin.

Risiko di Balik Usia Produktif

Indonesia saat ini memiliki sekitar 70 persen penduduk yang berada pada usia produktif. Rerie mengingatkan bahwa kondisi itu merupakan bonus demografi yang harus dikelola secara tepat agar tidak berbalik menjadi petaka.

Besarnya populasi usia produktif dapat menjadi peluang bagi pembangunan apabila generasi mudanya memiliki kesiapan yang memadai. Karena itu, percepatan pembentukan generasi berdaya saing menjadi salah satu hal yang ditekankan.

Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut melalui pembinaan yang dijalankannya di seluruh Indonesia. Organisasi ini dinilai mampu berperan dalam menyiapkan generasi unggul yang tidak terlepas dari nilai kebangsaan.

Medcom.id menyebut Rerie melihat peran Pramuka sebagai salah satu instrumen strategis untuk menghadapi tantangan bonus demografi. Pembinaan karakter dan kepemimpinan dipandang menjadi kunci agar potensi penduduk produktif memberi manfaat bagi bangsa.

Momentum HUT ke-65 Gerakan Pramuka

Pesan tersebut disampaikan menjelang peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka pada 14 Agustus. Peringatan itu mengangkat tema Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.

Rerie meminta agar hari jadi tersebut tidak dimaknai sebatas agenda seremonial. Ia menilai momentum itu perlu dimanfaatkan untuk memperkokoh fungsi organisasi kepanduan sebagai wadah pembentukan pemuda.

“Momentum HUT ke-65 Gerakan Pramuka harus dimanfaatkan untuk mengokohkan eksistensi organisasi kepanduan itu sebagai wahana pembentukan karakter dan kepemimpinan para pemuda di tanah air,” kata Rerie dalam keterangan tertulis. Penguatan peran itu diharapkan membuat Pramuka terus relevan dalam menyiapkan penerus bangsa.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pemuda diharapkan tidak hanya siap mengambil peran dalam pembangunan, tetapi juga mampu menjaga persatuan. Hal itu menjadi bagian dari harapan agar peluang demografi Indonesia dapat diarahkan menuju cita-cita 2045.

Baca Juga