Data Harga Produsen Mengejutkan Pasar, Nasdaq dan S&P 500 Melaju ke Level Tertinggi

Data harga produsen Amerika Serikat pada Juli menjadi pemicu utama kenaikan Wall Street pada Kamis, 13 Agustus 2026. PPI tercatat tidak berubah secara bulanan, lebih rendah dari proyeksi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2%.

Angka yang lebih lunak itu memperkuat keyakinan bahwa tekanan harga mulai berkurang dan The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. S&P 500 kemudian ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa, sementara Nasdaq Composite memimpin penguatan indeks utama.

Peluang Suku Bunga Tetap Meningkat

PPI inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, hanya naik 0,2% pada Juli. Konsensus pasar sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 0,3%.

Data PPI ini mengikuti laporan CPI sehari sebelumnya yang juga menunjukkan inflasi tetap terkendali. Menurut Investor Daily, kombinasi kedua laporan tersebut membuat pasar memangkas perkiraan kenaikan suku bunga dalam rapat The Fed pada September.

CME FedWatch Tool memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September sekitar 63%. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang turun ke sekitar 4,65% ikut memperbaiki selera investor terhadap aset berisiko.

Rekor Indeks Ditopang Teknologi

S&P 500 naik 50,49 poin atau 0,65% dan berakhir di 7.798,99. Pada perdagangan intrahari, indeks acuan itu sempat menyentuh 7.816,70.

IndeksKenaikanLevel Penutupan
S&P 5000,65%7.798,99
Nasdaq Composite0,81%26.803,03
Dow Jones Industrial Average0,13%53.839,99

Nasdaq Composite naik 0,81% ke 26.803,03, melampaui penguatan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average. Dow Jones hanya bertambah 0,13% menjadi 53.839,99 pada akhir sesi.

Pergerakan tersebut memperpanjang tren positif indeks teknologi sepanjang tahun berjalan. S&P 500 telah naik sekitar 14% sepanjang 2026, sedangkan Nasdaq menguat sekitar 15%.

Reli Saham AI Kembali Menguat

Minat terhadap saham yang mendukung kebutuhan data dan komputasi AI kembali menjadi fokus perdagangan. Sandisk mencatat lonjakan 13,7%, sedangkan Micron Technology bertambah 4,2%.

Microsoft naik hampir 1% dan Meta Platforms menguat 2,8%. Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors, menilai reli saham teknologi yang didorong AI masih ditopang pertumbuhan laba perusahaan.

Netflix juga melonjak 5,4% setelah investor miliarder Bill Ackman mengumumkan kepemilikan baru pada perusahaan tersebut. Kenaikan sejumlah nama besar ini membantu Nasdaq kembali mengungguli indeks utama lainnya.

Harga Minyak Turun, Kenaikan Saham Tidak Merata

Minyak mentah Brent turun sekitar 2% ke US$87,07 per barel karena kekhawatiran atas permintaan energi global dan ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Harga energi yang lebih rendah dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi dan mendukung ruang kebijakan yang lebih longgar.

Meski pasar secara umum menguat, Cisco Systems turun 8,4% setelah proyeksi pendapatannya dinilai mengecewakan investor. Tapestry merosot lebih dari 16% karena memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan yang lemah.

Dell Technologies justru naik 2,1% dan HP menguat 6,9% setelah hasil Lenovo melampaui ekspektasi pasar. Tujuh dari 11 sektor S&P 500 berakhir menguat, dengan sektor komunikasi naik 1,56% dan real estat bertambah 1,34%.

Baca Juga