Transaksi Kredit Ritel Masuk QRIS, Ini 8 Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia

Transaksi ritel melalui QRIS tidak lagi hanya mengandalkan saldo rekening atau uang elektronik. Delapan bank kini menerbitkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang terhubung dengan metode pembayaran pindai dan tap pada ekosistem QRIS.

Integrasi ini menempatkan fasilitas kredit sebagai sumber dana dalam jaringan pembayaran domestik yang telah digunakan puluhan juta orang. KKI dirancang agar pengguna dapat menunda pembayaran, tetapi tetap bertransaksi melalui kanal QRIS.

Potensi Pergeseran Kartu Kredit

Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia Santoso Liem memperkirakan sekitar 10% porsi transaksi kartu kredit dapat berpindah ke KKI domestik. Proyeksi tersebut menunjukkan instrumen baru ini terutama ditujukan untuk kebutuhan pembayaran di dalam negeri.

Santoso juga memperkirakan sekitar 5% transaksi masih bertahan pada kartu kredit konvensional. Transaksi tersebut berkaitan dengan nilai pembelian yang tinggi serta penggunaan kartu di luar negeri.

Bank Indonesia turut menyiapkan perluasan insentif Merchant Discount Rate QRIS sebesar 0% mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini berlaku bagi usaha mikro untuk transaksi sampai Rp500.000.

Untuk merchant kecil, menengah, dan besar, tarif MDR 0% berlaku pada transaksi hingga Rp100.000. Tarif bagi kelompok merchant ini sebelumnya sebesar 0,7% untuk transaksi yang dimaksud.

Jaringan QRIS Menjadi Landasan

Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat 65,77 juta jiwa. Angka itu bertambah 6,23 juta pengguna baru selama semester pertama tahun tersebut.

Jumlah merchant QRIS telah mencapai 44,86 juta. Sebanyak 96,68% dari total merchant berasal dari kelompok UMKM, yang menjadi basis utama transaksi ritel dalam jaringan ini.

Indikator QRIS hingga Juni 2026Nilai
Pengguna65,77 juta jiwa
Pengguna baru semester I6,23 juta jiwa
Merchant44,86 juta
Porsi UMKM96,68%
Jumlah transaksi12,55 miliar
Nilai transaksiRp1,12 kuadriliun

Sepanjang semester pertama 2026, QRIS membukukan pertumbuhan nilai transaksi 93,92% secara tahunan. Skala penggunaan tersebut menjadi konteks bagi perluasan KKI ke transaksi kredit ritel.

Bank Penerbit dan Skema Syariah

Peluncuran KKI digelar di Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026, bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Delapan penerbitnya terdiri atas BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia.

Bank Syariah Indonesia menjadi satu-satunya bank yang disebut menyediakan pembiayaan syariah melalui KKI. Tujuh penerbit lain menawarkan skema Kartu Kredit Indonesia dalam peluncuran tersebut.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan penguatan sistem pembayaran domestik berkaitan dengan aktivitas ekonomi nasional. Ia menyebut sistem pembayaran menghubungkan masyarakat dan pelaku usaha, serta inovasi dan produktivitas.

“Sistem pembayaran bukan sekadar sarana transaksi. Namun merupakan urat nadi aktivitas ekonomi yang menghubungkan masyarakat dengan pelaku usaha, menghubungkan inovasi dengan produktivitas, serta menghubungkan kepercayaan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujar Destry di Kantor BI, Jakarta.

Segmen Generasi Baru

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy menyebut KKI dapat mendukung inklusi keuangan bagi generasi baru. Sasaran yang diperhatikan adalah pengguna sumber dana kredit dari kalangan generasi Z dan milenial.

Menurut Ryan, kelompok tersebut dapat masuk ke segmen ritel KKI. Pengembangan ini menegaskan fokus KKI pada pemanfaatan kredit digital dalam transaksi sehari-hari di dalam negeri.

Baca Juga