Pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur sementara dijalankan dari tempat yang dinilai aman. Langkah ini diambil ketika kerusakan pada gedung tower ditemukan di beberapa titik pelayanan navigasi.
Rencana kontinjensi disiapkan agar pelayanan penerbangan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi di wilayah terdampak dilaporkan dalam keadaan selamat.
Unit navigasi yang terdampak
Dampak gempa menjangkau Cabang Pembantu Labuan Bajo dan Cabang Pembantu Ende. Unit Maumere, Unit Bajawa, serta Unit Ruteng juga termasuk dalam lokasi pelayanan navigasi yang terdampak.
Kelayakan bangunan dan fasilitas di setiap unit masih perlu diperiksa lebih lanjut. Penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama pengelola bandara dan penyelenggara navigasi penerbangan terus melakukan pemantauan. Fokusnya mencakup kesiapan personel, kondisi infrastruktur, dan keberlangsungan pelayanan udara.
Runway Bajawa mendapat perhatian khusus
Bandar Udara Soa di Bajawa dilaporkan mengalami kerusakan sedang pada landasan pacu serta retakan baru di sejumlah titik. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pemeriksaan karena runway merupakan fasilitas penting bagi keselamatan penerbangan.
Kerusakan yang diperiksa juga meliputi retakan pada gedung terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, dan fasilitas pendukung lainnya. Tingkat kerusakan di tiap lokasi masih dalam tahap asesmen.
| Bandar udara | Wilayah | Kondisi yang dilaporkan |
|---|---|---|
| Komodo | Labuan Bajo | Terdampak gempa |
| H. Hasan Aroeboesman | Ende | Terdampak gempa |
| Umbu Mehang Kunda | Waingapu | Terdampak gempa |
| Frans Sales Lega | Ruteng | Terdampak gempa |
| Soa | Bajawa | Runway rusak sedang dan retak baru |
Lima bandara tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan pascagempa di NTT. Kementerian Perhubungan menyatakan keselamatan penerbangan tetap menjadi dasar setiap langkah penanganan.
Lukman menyatakan, “Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.” Koordinasi dilakukan dengan seluruh pihak yang mengelola fasilitas bandar udara dan pelayanan navigasi.
Lokasi dan kekuatan gempa
InaTEWS BMKG mencatat gempa utama bermagnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA. Pusatnya berada sekitar 38 kilometer di timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa bermagnitudo 6,2 juga tercatat pada pukul 06.13 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo, pada kedalaman 10 kilometer.
Flores sebelumnya dilaporkan diguncang gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Pusat gempa itu berada sekitar 30 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Bandara disiapkan untuk dukungan logistik
Kementerian Perhubungan menyiapkan skema GARD untuk mendukung kesiapan pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak. Fasilitas udara dapat berperan dalam pergerakan logistik dan bantuan ke daerah bencana.
Masyarakat pengguna jasa penerbangan diimbau mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai. Informasi mengenai kondisi fasilitas, navigasi, serta operasional penerbangan akan diperbarui setelah asesmen diterima.






