Jejak 11 Tsunami di Zona Flores Back-Arc Mengiringi Guncangan Besar NTT

Zona Flores Back-Arc mencatat 79 gempa bermagnitudo lebih dari 6,0 sepanjang periode 1900 hingga 2022. Sebanyak 11 di antaranya menghasilkan tsunami, menjadikan kawasan ini penting untuk terus dipantau setelah gempa M 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur.

Gempa besar pada Sabtu (15/8) itu dikaitkan BMKG dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Patahan aktif di utara Flores tersebut kembali menjadi perhatian karena memiliki catatan bencana mematikan di Indonesia.

Catatan Aktivitas di Zona Flores Back-Arc

PeriodeGempa M > 6,0Gempa Pemicu Tsunami
1900-202279 kejadian11 kejadian

Risiko dari sistem patahan ini pernah terlihat pada gempa Flores 1992. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut peristiwa tersebut sebagai salah satu bencana paling mematikan di Indonesia dengan sekitar 2.500 korban jiwa.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores setelah hampir 30 tahun. Pernyataan itu menegaskan perlunya perhatian terhadap dinamika tektonik di wilayah tersebut.

Gempa Utama dan Susulan

BMKG mencatat gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan magnitudo 7,7. Hasil pemutakhiran parameter menempatkan pusat gempa di laut, sekitar 30 kilometer di timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Koordinat episenter berada pada 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur. Lokasi itu berada di kawasan yang berdekatan dengan sumber aktivitas seismik di Laut Flores.

Hingga pukul 07.00, BMKG mencatat 37 aktivitas gempa susulan. Magnitudonya berada dalam rentang 3,6 hingga 6,2.

KejadianWaktuRincian
Gempa utama04.58 WIBM 7,7, sekitar 30 km timur laut Nagekeo
Gempa susulan kuat06.13 WITAM 6,2, kedalaman 10 km, timur laut Labuan Bajo

Gempa M 6,2 pada pukul 06.13 WITA berpusat sekitar 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo. Getaran itu terjadi setelah gempa besar di timur laut Mbay, Nagekeo.

Peringatan Tsunami Diakhiri

Kekuatan gempa utama sempat membuat BMKG mengeluarkan peringatan tsunami. Peringatan kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB karena tidak lagi teramati kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan warga pesisir.

Pemantauan tinggi muka laut dan gempa susulan tetap dilakukan secara waktu nyata. Warga diminta memantau perkembangan melalui informasi resmi BMKG meski status peringatan tsunami telah dicabut.

Sistem Patahan di Utara Flores

Flores Back-Arc Thrust, yang juga dikenal sebagai Sesar Busur Belakang Flores, berada di dasar Laut Flores di utara Pulau Flores. Patahan ini terbentuk berkaitan dengan proses subduksi saat pertemuan lempeng membentuk sistem patahan di busur belakang.

Menurut kajian Wahyudi dan rekan-rekan, jalur sistem ini membentang dari utara Bali ke arah timur. Sistem tersebut terhubung dengan Sesar Wetar di utara Pulau Wetar, di bagian barat Laut Banda.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjauhi bangunan yang mengalami retakan. Kondisi bangunan perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum warga kembali masuk atau beraktivitas di dalamnya.

Baca Juga