Guncangan gempa magnitudo 7,7 terasa hingga sejumlah daerah di Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Di Kabupaten Sikka, dua warga meninggal dunia dan satu warga lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal, yang terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan, dilaporkan berada di kawasan Pelabuhan El Say. Dampak tersebut menjadi laporan paling serius setelah gempa kuat mengguncang wilayah sekitar Nagekeo.
Guncangan tidak hanya dirasakan di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat. Getaran juga terdeteksi sampai Kota Bima di Nusa Tenggara Barat serta Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros di Sulawesi Selatan.
BNPB mencatat getaran berlangsung sekitar satu menit di sejumlah wilayah terdampak. Warga di kawasan pesisir dilaporkan panik dan keluar dari rumah ketika proses evakuasi berlangsung.
Lokasi dan kedalaman gempa
Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer, kondisi yang membuat guncangan terasa kuat di wilayah sekitar pusat gempa.
Luasnya daerah yang merasakan getaran membuat pendataan dampak dilakukan secara bertahap. Petugas masih memperbarui informasi mengenai kondisi warga dan kerusakan bangunan pascagempa.
Susulan berkekuatan besar masih terjadi
Setelah gempa utama, BMKG merekam beberapa gempa susulan dengan magnitudo yang tetap cukup besar. BNPB memastikan rangkaian susulan tersebut tidak memiliki potensi tsunami.
| Waktu kejadian | Magnitudo | Status |
|---|---|---|
| 05.13 WIB | 6,2 | Gempa susulan |
| 05.28 WIB | 6,2 | Gempa susulan |
| 05.37 WIB | 5,6 | Gempa susulan |
| Tidak disebutkan | 5,5 | Gempa susulan |
Informasi tidak adanya potensi tsunami menjadi bagian penting dalam pemantauan setelah rangkaian gempa tersebut. Namun, gempa susulan tetap meningkatkan kewaspadaan masyarakat di kawasan yang merasakan guncangan.
Basarnas, TNI, dan Polri mengintensifkan kegiatan evakuasi serta penanganan warga terdampak. Pemantauan kondisi lapangan dan pemutakhiran data kerusakan bangunan terus menjadi fokus penanganan.
BNPB menyebut pendataan diperlukan karena jangkauan getaran mencakup wilayah yang cukup luas. Informasi mengenai dampak di lapangan masih terus dihimpun oleh unsur penanganan bencana.






