Saat 132 warga masih tercatat terluka akibat gempa magnitudo 7,7 di Flores, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menawarkan bantuan darurat dan medis kepada Indonesia. Tawaran itu disampaikan melalui pesan belasungkawa yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, juga telah menewaskan 68 orang berdasarkan pembaruan pada Senin petang. Penanganan korban, pendataan, dan pencarian masih berlangsung di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.
Pesan untuk Prabowo Subianto
Pezeshkian mengirimkan pesan resmi kepada Prabowo pada Minggu, 16 Agustus 2026. Ia menyampaikan simpati atas nama pemerintah serta rakyat Iran kepada masyarakat Indonesia yang terkena dampak bencana.
Dalam pesannya, Pezeshkian menyatakan Iran siap memberikan bantuan yang dibutuhkan dalam keadaan darurat. Pemerintah Iran secara khusus menyebut kesiapan penyaluran bantuan medis dan penanggulangan darurat ke daerah terdampak.
“Dalam situasi yang sulit ini, seraya menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan darurat dan medis apa pun, saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan ampunan bagi mereka yang kehilangan nyawa, kesembuhan yang cepat bagi korban luka, serta kesabaran dan kekuatan bagi para penyintas,” ujar Pezeshkian.
Presiden Iran itu juga berharap kondisi dan stabilitas di kawasan terdampak segera pulih. Pesan tersebut menyoroti kebutuhan para penyintas, korban luka, serta keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Data korban masih diperbarui
Kantor SAR Maumere mencatat jumlah korban luka masih berada pada angka 132 orang hingga Senin, 17 Agustus 2026 pukul 16.40 Wita. Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan penghitungan dan pendataan oleh tim SAR belum berhenti.
Menurut rekap yang diberitakan Kompas.com, jumlah korban meninggal mencapai 68 orang pada Senin petang. Penambahan angka itu berasal dari pendataan di beberapa kabupaten yang terdampak guncangan.
Fathur menjelaskan sejumlah korban meninggal tertimpa material bangunan saat gempa terjadi. Sebagian korban lainnya meninggal karena syok dan trauma.
| Wilayah | Korban meninggal |
|---|---|
| Manggarai Barat | 2 orang |
| Nagekeo | 8 orang |
| Ngada | 2 orang |
| Manggarai Timur | 24 orang |
Pembaruan dari Kantor SAR Maumere menunjukkan Manggarai Timur mencatat 24 korban meninggal. Nagekeo mencatat delapan korban, sedangkan Manggarai Barat dan Ngada masing-masing mencatat dua korban.
Fokus pada kebutuhan penyintas
Bantuan darurat Iran ditawarkan ketika kebutuhan penanganan di lokasi gempa masih besar. Upaya yang berjalan mencakup pencarian korban, pencatatan dampak bencana, perawatan warga terluka, dan pemenuhan kebutuhan mendesak bagi penyintas.
Masoud Pezeshkian menyampaikan tawaran itu sebagai bagian dari pesan belasungkawa Iran kepada Indonesia. Kesiapan tersebut dilaporkan Tasnim News Agency pada Senin, 17 Agustus 2026.
Guncangan M 7,7 di Flores berdampak pada sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Perkembangan jumlah korban tetap bergantung pada hasil verifikasi dan pendataan lanjutan oleh petugas di lapangan.






