Saat Penampilan Sopan Ikke Nurjanah Memicu Sorakan hingga Lemparan Botol

Pilihan Ikke Nurjanah untuk tampil sopan pernah berujung pada sorakan dan lemparan botol air mineral dari penonton. Peristiwa itu memperlihatkan kerasnya ekspektasi terhadap penyanyi dangdut pada masa ketika kostum seksi dan goyangan masih lekat dengan panggung.

Ikke tidak memilih untuk memenuhi tuntutan tersebut dengan mengubah karakter penampilannya. Ia justru belajar menguasai penonton melalui komunikasi dan ketenangan yang dibentuk dari pengalaman manggung.

Ia mengaku sempat terkejut menghadapi dinamika di atas panggung. Tekanan itu terasa lebih berat karena perjalanan kariernya tidak berawal dari lingkungan pertunjukan panggung.

“Aku bukan besar di panggung, jadi di panggung itu beban mental buat aku,” kata Ikke. Namun, pengalaman tampil dari waktu ke waktu membantunya memahami cara menghadapi penonton dengan ekspektasi yang beragam.

Menolak Mengikuti Tuntutan Penonton

Ikke menilai jam terbang menjadi bekal utama untuk menenangkan situasi yang tidak kondusif. Ia tidak perlu mengikuti permintaan penonton agar tampil lebih seksi atau banyak bergoyang untuk mendapatkan perhatian.

“Itu latihan mental di panggung,” ucapnya. Baginya, panggung menjadi ruang untuk melatih pengendalian diri sekaligus membangun hubungan dengan penonton.

Ia menjelaskan bahwa penguasaan panggung tidak selalu berarti menuruti kemauan orang-orang di depan panggung. “Bagaimana harus komunikasi, bagaimana menenangkan panggung itu. Gimana cara menguasai mereka tanpa harus menuruti mereka, itu jam terbang aja,” lanjut Ikke.

Pengalaman tersebut terjadi saat penonton dangdut di area depan panggung banyak didominasi laki-laki. Dalam situasi seperti itu, penampilan penyanyi sering kali dinilai dari kesesuaiannya dengan gambaran pertunjukan dangdut yang telah terbentuk.

Kostum yang Dinilai Terlalu Sopan

Dalam tayangan Pagi Pagi Ambyar, Ikke mengingat bahwa busana seksi dianggap lumrah pada masa tersebut. “Mohon maaf, mungkin zaman dulu harusnya seksi-seksi, mohon maaf ya,” ujarnya.

Ia memilih kostum yang menurutnya lebih sopan, tetapi pilihan itu tidak lazim bagi sebagian penonton. “Tapi aku pakai bajunya, buat dia (penonton) kesopanan, enggak umum buat mereka lihat di panggung seperti itu,” jelasnya.

Perbedaan itulah yang kemudian memunculkan penolakan dari sejumlah penonton. Ikke menyebut kostumnya tidak sesuai dengan ekspektasi yang mereka bawa ke pertunjukan dangdut.

“Dan konsepnya pasti kalau dangdut, banyak cowok di depan, aku secara keluguan, kostum aku tidak sesuai ekspektasi (penonton),” imbuhnya. Respons berupa sorakan dan lemparan botol air mineral menjadi bagian dari ujian yang harus dilaluinya.

Kompas.com mencatat, Ikke aktif sebagai penyanyi dangdut sejak 1987. Citra berpakaian sopan dan manis kemudian tetap menjadi karakter yang melekat dalam perjalanan penampilannya.

Namanya dikenal melalui sejumlah lagu, termasuk “Sun Sing Suwe”, “Terlena”, dan “Memandangmu”. Lagu “Memandangmu” pernah dibawakannya bersama Aldi Bragi saat keduanya masih menjadi pasangan suami istri.

Baca Juga