Belum Raih Poin, Casa Pia Dihadapkan pada Luka Kekalahan 0-7 dari Benfica

Casa Pia belum meraih poin hingga pekan kedua Liga Portugal setelah kalah 0-7 dari Benfica di Estádio Municipal de Rio Maior. Kekalahan tersebut meninggalkan pekerjaan besar sebelum tim bertandang ke markas Gil Vicente di Barcelos pada pekan berikutnya.

Filipe Coelho meminta para pemainnya segera bangkit karena tidak ada waktu panjang untuk larut dalam hasil buruk itu. Latihan kembali digelar pada hari berikutnya saat Casa Pia masih menjalani proses pembentukan skuad pada awal musim.

Pelatih Casa Pia itu memandang kekalahan telak sebagai batu besar dalam perjalanan timnya. Namun, ia menegaskan target menjalani musim yang lebih tenang hanya dapat diwujudkan lewat poin dan respons nyata di lapangan.

Babak Kedua Menghapus Perlawanan Awal

Casa Pia sempat menunjukkan sejumlah momen positif sebelum jeda dan mampu memberi perlawanan kepada Benfica. Coelho bahkan memuji bagian permainan tersebut saat berbicara kepada pemain di ruang ganti.

Situasi berubah segera setelah babak kedua dimulai. Casa Pia kebobolan tiga gol hanya dalam tujuh menit dan kemudian tertinggal 5-0, sebuah keadaan yang membuat permainan tim semakin sulit dikendalikan.

“Masuknya kami di babak kedua sangat merusak, dalam tujuh menit kami kebobolan tiga gol dan hasilnya menjadi besar, 5-0,” kata Coelho. Ia menilai fase itu membuat timnya menjauh secara emosional dari pertandingan.

Benfica memanfaatkan kondisi tersebut untuk menguasai tempo dengan lebih nyaman. Casa Pia tidak berhasil memulihkan ketenangan yang dibutuhkan untuk memperpanjang perlawanan.

Mobilitas Benfica Membuka Celah

Secara taktik, Coelho menilai pengawalan individu Casa Pia mendapat tekanan besar dari pergerakan lini tengah Benfica. Lawan mampu melewati beberapa garis tekanan, terutama pada periode yang menentukan di awal paruh kedua.

Casa Pia sebenarnya memiliki rencana untuk membendung serangan Benfica dari sisi lapangan. Dengan bentuk yang sedikit asimetris, Abdu diminta menjaga Bah lebih tinggi dan Ofori diharapkan mengontrol ruang yang digunakan Sudakov.

Pendekatan itu cukup membantu Casa Pia pada babak pertama, meski kualitas Benfica tetap terlihat. Organisasi bertahan mulai terganggu setelah jeda ketika kesalahan posisi muncul dalam beberapa situasi.

Coelho juga menyinggung detail pada proses gol yang perlu dievaluasi. Bola sempat mengenai Seba Pérez sebelum memantul ke Pavlidis, sementara Ofori dan Sudakov terlibat dalam situasi lain yang menguntungkan Benfica.

Ketika skor sudah jauh, Casa Pia menambah kepadatan pemain di depan kotak penalti. Langkah itu diambil untuk membatasi ruang Benfica dan mencegah selisih gol semakin besar, bukan untuk memaksakan serangan.

Coelho mengatakan perubahan tersebut menghasilkan beberapa momen yang lebih stabil. Meski demikian, stabilitas itu belum cukup menjadi fondasi bagi Casa Pia untuk mengembangkan permainan.

Ia meminta maaf kepada para pendukung atas penampilan tim, khususnya pada babak kedua. Coelho menekankan tanggung jawab perbaikan harus dipikul bersama oleh pelatih, staf, dan pemain.

Klub masih berusaha mendatangkan talenta dan meningkatkan kualitas skuad agar identitas permainan yang diinginkan semakin terbentuk. Ujian berikutnya melawan Gil Vicente akan menjadi kesempatan Casa Pia menunjukkan respons setelah kekalahan berat dari Benfica.

Baca Juga