Permintaan perangkat premium menjadi penyeimbang ketika pasar smartphone berharga rendah melemah pada awal 2026. PT Erajaya Swasembada Tbk mencatat laba bersih Rp784 miliar pada semester pertama 2026, atau tumbuh 38,0% secara tahunan.
Pencapaian tersebut melampaui kenaikan penjualan perseroan yang sebesar 22,4% menjadi Rp42,9 triliun. Bauran produk bernilai tinggi, efisiensi operasional, dan kontribusi bisnis di luar ponsel memperkuat kinerja ERAA.
Harga Naik Menekan Segmen Bawah
Counterpoint Research melaporkan total pengiriman smartphone nasional pada kuartal I 2026 turun 9%. Penurunan paling dalam terjadi pada perangkat di bawah US$150 yang terkoreksi 19% secara tahunan.
Krisis pasokan chip memori disebut mendorong kenaikan harga ritel sekitar 7% hingga 45%. Kenaikan ini lebih terasa pada konsumen segmen harga rendah yang cenderung sensitif terhadap perubahan harga.
| Segmen Pasar | Periode | Perubahan |
|---|---|---|
| Smartphone di atas US$600 | Awal 2026 | Tumbuh 30% |
| Kontribusi di atas US$600 | Awal 2026 | 8,3% pengiriman nasional |
| Total pengiriman nasional | Kuartal I 2026 | Turun 9% |
| Smartphone di bawah US$150 | Kuartal I 2026 | Turun 19% |
Di sisi lain, segmen perangkat di atas US$600 tumbuh 30% secara tahunan pada awal 2026. Pangsa segmen ini mencapai 8,3% dari total pengiriman nasional, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.
Wawan Hendrayana, Vice President Infovesta Utama sekaligus analis pasar modal, menilai penguatan segmen mahal mencerminkan kenaikan permintaan premium. Ia menyebut lonjakan harga memori membuat perangkat entry level lebih rentan mengalami penurunan permintaan.
Penjualan Gerai Lama Masih Positif
Menurut mediaindonesia.com, Same Store Sales Growth atau SSSG ERAA selama enam bulan pertama 2026 masih tumbuh 4,1%. Namun, SSSG pada Juni terkoreksi 11,6% secara tahunan setelah normalisasi dari lonjakan peluncuran iPhone 16 pada tahun sebelumnya.
Wawan menilai pola tersebut lazim dalam bisnis ponsel, terutama setelah periode peluncuran produk besar. Kinerja gerai lama tetap menjadi salah satu indikator penting untuk membaca ketahanan permintaan.
Pengelolaan Stok Menopang Laba
Laba kotor ERAA naik 21,0% menjadi Rp4,8 triliun, dengan margin laba kotor tetap 11,2%. Margin bersih meningkat menjadi 1,8% dari 1,6%, sedangkan rasio beban operasional terhadap penjualan turun dari 8,1% menjadi 7,8%.
Keterbatasan pasokan chip memori juga membuat persediaan di saluran penjualan lebih ramping. Kondisi ini mengurangi dana yang tertahan pada stok dan menekan risiko persediaan mahal dalam jangka pendek.
“Inventory days turun, modal tertahan lebih sedikit, dan risiko stok mahal berkurang,” ujar Wawan. Pengelolaan modal kerja dan persediaan dinilai penting menjelang kuartal keempat yang biasanya diiringi kenaikan permintaan.
Kontribusi Bisnis Active Lifestyle
PT Sinar Eka Selaras Tbk atau ERAL, anak usaha Erajaya di lini active lifestyle, mencatat penjualan Rp3,7 triliun atau naik 41,0% secara tahunan. Margin laba kotornya meningkat menjadi 18,1%, lebih tinggi daripada margin laba kotor konsolidasi ERAA sebesar 11,2%.
ERAA juga membuka 276 gerai baru pada semester pertama 2026 dengan penambahan bersih 173 gerai. Total jaringan seluruh vertikal bisnis mencapai 2.506 gerai pada akhir Juni 2026.
Perseroan menyiapkan program iBox Back-to-School, Festival Belanja erafone, dan perayaan 30 tahun Erajaya untuk menjaga momentum pada kuartal ketiga. Kecepatan gerai baru mencapai produktivitas akan menentukan dampak ekspansi terhadap kinerja berikutnya.






