Filipina tidak hanya menjadi pasar ekspansi bagi kelompok Salim, melainkan salah satu pusat kegiatan usaha yang memberi kontribusi besar bagi portofolio regionalnya. Setelah 2000, porsi keuntungan terbesar konglomerasi Salim disebut berasal dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di negara tersebut.
Perubahan itu kontras dengan dekade 1980-an, ketika sebagian besar pendapatan kelompok usaha tersebut masih ditopang perusahaan berbasis di Indonesia. Aset di Filipina kini mencakup layanan dasar, infrastruktur transportasi, telekomunikasi, hingga perusahaan media.
Porsi Besar pada Layanan yang Dekat dengan Warga
The Manila Times menulis bahwa sekitar 80 persen warga Filipina yang tinggal di Metro Manila kemungkinan membeli produk atau menggunakan layanan yang terkait dengan kelompok Salim. Gambaran itu berkaitan dengan keberadaan grup pada banyak sektor yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Portofolio tersebut mencakup distribusi listrik melalui Meralco, distribusi air melalui Maynilad, serta jalan tol yang dioperasikan Metro Pacific Tollways. Kelompok ini juga terhubung dengan layanan telekomunikasi melalui PLDT dan Smart.
| Bidang Usaha | Entitas | Keterangan |
|---|---|---|
| Telekomunikasi | PLDT dan Smart | Smart masuk dalam pengembangan bisnis melalui PLDT. |
| Distribusi listrik | Meralco | Termasuk dalam portofolio kelompok Salim-Pangilinan. |
| Distribusi air | Maynilad | Menjadi bagian dari bisnis layanan air grup. |
| Jalan tol | Metro Pacific Tollways | Mengoperasikan bisnis jalan tol di Filipina. |
Karakter usaha tersebut membuat eksposur grup berada pada sektor dengan kebutuhan masyarakat yang tinggi. Sejumlah bisnis itu disebut memiliki karakteristik monopoli atau mendekati monopoli.
PLDT sebagai Titik Awal Ekspansi
PLDT menjadi salah satu titik penting dalam perluasan bisnis kelompok ini di Filipina. Setelah mengambil alih perusahaan telekomunikasi tersebut, kelompok ini kemudian memperluas kepentingannya ke berbagai sektor lain.
First Pacific disebut sebagai pemegang saham terbesar PLDT dengan kepemilikan 27,2 persen, termasuk kepentingan ekonomi 1,6 persen. Posisi ini menempatkan telekomunikasi sebagai salah satu fondasi utama portofolio mereka.
Ekspansi banyak berjalan melalui First Pacific, perusahaan yang disebut memiliki keterkaitan kuat dengan Anthoni Salim. Anthoni Salim disebut memegang 45,2 persen saham First Pacific sebagai pemegang saham terbesar.
Manuel V. Pangilinan dikenal sebagai figur utama First Pacific di Filipina. Meski demikian, laporan tahunan First Pacific sejak 2005 yang dikutip The Manila Times mencatat kepemilikan saham Pangilinan di kisaran 0,20 persen.
Menurut money.kompas.com yang mengutip The Manila Times, Pangilinan direkrut setelah jatuhnya Soeharto pada 1998 untuk mengorganisasi dan memimpin First Pacific. Ia dikenal sebagai bankir Filipina yang berbasis di Hong Kong.
Masuk ke Ruang Redaksi dan Layar Televisi
Portofolio kelompok ini tidak hanya berpusat pada utilitas dan infrastruktur. Melalui MediaQuest Holdings beserta rangkaian entitasnya, kepentingan bisnis mereka juga masuk ke industri media di Filipina.
MediaQuest Holdings disebut membeli 20 persen saham The Philippine Star atau Philstar pada 2009. Lima tahun berikutnya, Hastings Holdings membeli tambahan 31 persen saham sehingga BTF Holdings menguasai 51 persen saham Philstar.
PLDT Beneficial Trust Fund mendirikan BTF Holdings pada 2012. BTF Holdings memiliki seluruh saham MediaQuest Holdings, sedangkan MediaQuest memiliki Hastings Holdings.
Jaringan media yang disebut terkait dengan kelompok ini mencakup Philstar, BusinessWorld, Philippine Daily Inquirer, TV5 Network, Nation Broadcasting Corp., Cignal TV, serta The Freeman yang berbasis di Cebu. Kehadiran tersebut memperluas portofolio dari layanan fisik ke distribusi informasi dan hiburan.
Gabungan aset pada telekomunikasi, listrik, air, jalan tol, dan media memperlihatkan pola ekspansi lintas sektor. Filipina karena itu memiliki posisi penting dalam perkembangan bisnis regional kelompok Salim.






