Sudah Dua Kali ke Final Eropa, Calhanoglu Masih Mengejar Trofi Terbesar untuk Inter

Hakan Calhanoglu belum berhasil mengangkat trofi Liga Champions meski dua kali membawa Inter Milan ke final. Pengalaman itu justru membuat gelandang Turki tersebut tetap terdorong mengejar gelar terbesar Eropa bersama Nerazzurri.

Ambisi di Eropa berjalan beriringan dengan target domestik yang tidak kalah tegas. Calhanoglu ingin Inter mempertahankan dominasi Serie A dan terus bersaing untuk setiap piala yang tersedia.

“Saya berharap kami bisa memenangkannya, tetapi begitulah sepak bola. Kami akan kembali berusaha memenangkan Scudetto dan terus meraih trofi,” ujar Calhanoglu, dikutip Football Italia.

Bagi pemain bernomor punggung delapan itu, Scudetto tetap menjadi tujuan utama musim ini. Ia menilai Inter harus menjaga standar kompetitif setelah mengoleksi banyak keberhasilan dalam beberapa musim terakhir.

Delapan Gelar dalam Lima Musim

Musim ini menandai tahun kelima Calhanoglu berseragam Inter setelah pindah dari AC Milan pada 2021. Dalam kurun tersebut, ia telah meraih delapan trofi bersama klub.

Raihan itu mencakup dua titel Liga Italia, tiga Coppa Italia, dan tiga Supercoppa. Namun, koleksi gelar tersebut belum membuat Calhanoglu merasa targetnya telah tercapai.

“Tujuannya selalu untuk terus mendominasi liga. Saya sudah berada di sini selama lima tahun, memenangkan delapan trofi, dan mencapai dua final Liga Champions,” kata Calhanoglu.

KategoriCatatan
Penampilan bersama Inter Milan212 pertandingan
Kontribusi gol50 gol dan 39 assist
Statistik musim lalu12 gol dan 7 assist dari 30 laga

Tetap Menjadi Andalan Chivu

Pergantian pelatih dari Simone Inzaghi ke Christian Chivu tidak mengubah posisi penting Calhanoglu di lini tengah. Pada musim perdana Chivu, ia tetap menjadi salah satu pemain paling stabil dalam skuad Inter.

Calhanoglu mencetak 12 gol dan tujuh assist dari 30 pertandingan di semua kompetisi musim lalu. Kontribusi itu hadir ketika Inter merebut Liga Italia dan Coppa Italia dalam satu musim.

Catatan tersebut menunjukkan perannya tidak terbatas pada penguasaan bola dan distribusi permainan. Ia juga menjadi sumber produktivitas dari lini tengah saat tim membutuhkan pembeda di depan gawang.

Tuntutan Mempertahankan Standar

Keberhasilan musim lalu membuat Inter memasuki musim baru dengan tuntutan mempertahankan capaian domestik. Calhanoglu menjadi salah satu pemain berpengalaman yang diharapkan menjaga kesinambungan permainan tim.

Inter kini mengandalkan fondasi yang dibangun dari pemain-pemain yang telah terbiasa meraih gelar. Dalam situasi tersebut, Calhanoglu ingin menambah Scudetto sekaligus membuka kembali jalan menuju trofi Liga Champions.

Delapan piala dan dua final Eropa menjadi bukti perjalanan panjangnya di Inter, bukan titik akhir ambisinya. Gelandang berusia 32 tahun itu masih melihat peluang bagi Nerazzurri untuk memperpanjang masa kompetitifnya di Italia maupun Eropa.

Baca Juga