US$ 4.348 Menjadi Batas Genting Setelah Emas Gagal Menjaga Penguatan

Support US$ 4.348 per ons troi menjadi titik yang paling dicermati setelah harga emas kembali melemah. Jika level itu ditembus, pasar melihat risiko koreksi yang lebih dalam dapat terbuka.

Emas tercatat turun 0,5 persen ke US$ 4.394,88 per ons troi pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Posisi tersebut berada di bawah area US$ 4.417 yang sebelumnya gagal dipertahankan sebagai pijakan kenaikan.

Pergerakan ini menempatkan pasar pada dua kemungkinan yang berlawanan. Harga dapat memantul bila support bertahan, tetapi tekanan jual berpotensi meningkat apabila batas tersebut tidak mampu dijaga.

Perhatian Beralih ke Area Support

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai momentum penguatan emas mulai memudar pada grafik kerangka waktu empat jam. Kekuatan beli yang terlihat sejauh ini belum cukup untuk mengangkat harga ke area lebih tinggi.

Menurutnya, kegagalan harga melewati level krusial membentuk sinyal false break. Kondisi itu mengindikasikan pembeli belum memiliki tenaga yang cukup untuk mempertahankan kenaikan.

LevelFungsiArti bagi Pasar
US$ 4.417 per ons troiResistancePenguatan di atas level ini tidak bertahan
US$ 4.394,88 per ons troiPosisi hargaTurun 0,5 persen pada Selasa
US$ 4.348 per ons troiSupportPenentu peluang pantulan atau pelemahan lanjutan

Sinyal tersebut dapat memicu aksi ambil untung, terutama setelah harga tidak mampu menjaga posisinya di atas resistance. Respons di US$ 4.348 kemudian menjadi ukuran apakah penurunan hanya koreksi sementara atau berkembang lebih jauh.

Apabila Harga Emas bertahan di atas support dan kembali mendapatkan dorongan beli, peluang pemulihan teknikal masih tersedia. Sebaliknya, penembusan ke bawah level itu dapat membuka ruang bagi pelemahan berikutnya.

Pasar Menunggu Sinyal The Fed

Di tengah tekanan teknikal, investor menanti risalah pertemuan terbaru The Fed yang dijadwalkan dirilis Rabu (19/8/2026). Risalah tersebut dapat memberi gambaran mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat selanjutnya.

Ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga acuan semakin berkurang menjadi salah satu faktor pendukung emas. Sentimen ini dapat membantu membatasi tekanan jual yang muncul akibat kegagalan harga menjaga resistance.

Pelemahan Dolar AS juga masih menjadi penopang bagi minat terhadap logam mulia. Ketika dolar melemah, sejumlah faktor fundamental tetap bekerja sebagai penyeimbang bagi tekanan dari sisi teknikal.

Selain kebijakan moneter, perkembangan geopolitik ikut diperhatikan pasar. Prospek kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran disebut memburuk setelah masa gencatan senjata berakhir.

Penurunan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menambah unsur ketidakpastian dalam pasar global. Situasi seperti ini berpotensi menjaga daya tarik emas sebagai aset aman.

Arah harga emas pada periode berikutnya akan dipengaruhi tarik-menarik antara aksi ambil untung dan sentimen pendukung tersebut. Fokus pasar tetap berada pada ketahanan support US$ 4.348, pergerakan dolar, serta petunjuk kebijakan dari The Fed.

Baca Juga