180 Personel Dikerahkan Saat Topan Lala Tutup Jalur Udara dan Laut di Hawaii

Sekitar 180 personel Garda Nasional dikerahkan ketika Topan Lala memengaruhi Hawaii dan memicu pembatasan besar pada jalur transportasi. Pemerintah negara bagian menempatkan sumber daya di berbagai pulau untuk memastikan komunitas terdampak dapat menerima bantuan sesuai kebutuhan.

Pusat koordinasi operasi dibuka melalui pengaktifan Komando Staf Gabungan di Oahu selama 24 jam hingga Senin. Langkah tersebut ditujukan untuk memudahkan pemindahan personel dan peralatan ke wilayah yang membutuhkan respons darurat.

Pasukan Lokal Diperkuat Kendaraan Beroda Tinggi

Selain kekuatan utama, Hawaii membentuk satuan tugas khusus di Pulau Hawaii dan Maui. Kedua satuan itu disiapkan untuk memperkuat respons lokal di tengah potensi gangguan akibat badai.

SatuanJumlah PersonelDukungan Utama
Garda Nasional HawaiiSekitar 180 personelOperasi tanggap darurat
Task Force Hawaii41 anggotaKendaraan beroda tinggi
Task Force Maui19 prajuritKendaraan beroda tinggi

Task Force Hawaii terdiri atas 41 anggota, sementara Task Force Maui melibatkan 19 prajurit. Kendaraan beroda tinggi disiapkan untuk mendukung mobilitas dalam kondisi medan dan cuaca yang terdampak.

Gubernur Hawaii Josh Green mengatakan unsur keamanan, transportasi, kesehatan, personel darurat, dan Garda Nasional dikerahkan untuk membantu masyarakat. “Topan Lala kini berdampak pada negara bagian kita, dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas tertinggi kami,” ujar Green.

Bandara dan Pelabuhan Menghentikan Aktivitas

Pengerahan personel berlangsung bersamaan dengan penutupan Bandara Internasional Hilo dan Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona di Keahole sejak pukul 14.00. Departemen Transportasi Hawaii menjadwalkan pembukaan kembali kedua bandara itu pada Minggu, 16 Agustus 2026.

LokasiKebijakanWaktu yang Disebutkan
Bandara Internasional HiloDitutupSejak pukul 14.00, rencana buka 16 Agustus 2026
Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona di KeaholeDitutupSejak pukul 14.00, rencana buka 16 Agustus 2026
Pelabuhan Pulau Hawaii dan Maui CountyDitutup totalSeluruh aktivitas kapal dan terminal dihentikan

Pelabuhan komersial di Pulau Hawaii dan Maui County juga menghentikan seluruh aktivitas kapal serta terminal. Penutupan tersebut dilakukan atas instruksi Kapten Pelabuhan Penjaga Pantai Amerika Serikat.

Drone dan Bendungan Menjadi Perhatian

Departemen Penegakan Hukum menyiagakan drone untuk meninjau lokasi banjir, longsor, dan kerusakan jalan selama badai berlangsung. Informasi dari pemantauan itu diperlukan untuk mendukung respons pada daerah yang sulit dicapai.

Departemen Sumber Daya Alam menutup seluruh kawasan hutan serta taman negara bagian dan membatalkan izin berkemah pada akhir pekan. Pemilik bendungan di seluruh Hawaii juga diminta mengevaluasi rencana darurat mereka.

Bendungan Puukapu Watershed Retarding R-1 di Pulau Hawaii mengaktifkan status darurat non-kegagalan untuk mengalirkan air. Tindakan itu dilakukan guna melindungi kawasan permukiman warga di Waimea.

Warga yang telah berada di tempat aman diminta tetap berada di rumah selama badai. Mereka yang perlu menuju penampungan darurat diminta membawa perlengkapan keluarga dan melakukan perjalanan secara hati-hati.

Baca Juga