Dari Toilet Portabel hingga Dapur Umum, Dukungan Pertamina untuk Pengungsi NTT

Tiga toilet portabel, 12 tabung Bright Gas, dan 250 paket makanan siap santap menjadi bagian dari bantuan Pertamina bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga kebutuhan sehari-hari pengungsi, terutama sanitasi dan operasional dapur umum.

Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Reo, Mbay, dan Maumere. Di Kecamatan Reok, sekitar 20 titik penampungan masih menampung warga yang terdampak bencana.

Dapur Umum dan Sanitasi di Titik Pengungsian

Fasilitas sanitasi disiapkan melalui Pertamina Patra Niaga di Reo. Tiga unit toilet portabel itu dilengkapi tandon serta pompa air untuk mendukung kebutuhan warga di posko.

Pertamina juga menyalurkan 12 tabung Bright Gas ukuran 12 kilogram ke Maumere. Sementara 250 paket makanan siap santap dikirim ke Desa Nggolombay untuk menunjang kegiatan dapur umum pengungsi.

LokasiJenis Dukungan
ReoToilet portabel, tandon, dan pompa air
Maumere12 tabung Bright Gas 12 kilogram
Desa Nggolombay250 paket makanan siap santap

Selain bantuan khusus per wilayah, Pertamina menyalurkan pangan, air mineral, obat-obatan, serta vitamin. Warga juga menerima perlengkapan bayi, kebutuhan perempuan, peralatan kebersihan, selimut, tikar, terpal, dan perlengkapan memasak.

Rangkaian bantuan itu dimaksudkan untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan gempa Nusa Tenggara Timur. Peralatan memasak dan makanan siap santap menjadi penunjang penting bagi layanan konsumsi di penampungan.

Pengiriman Dilakukan Bertahap

Posko Utama Lapangan Barang Kolong merupakan salah satu pusat penampungan warga di Kecamatan Reok. Pertamina menyatakan pengiriman bantuan dilakukan bertahap ke titik-titik yang terdampak.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri turun langsung meninjau pengungsian di Kabupaten Manggarai pada Senin, 17 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo.

Dalam siaran pers Pertamina pada 17 Agustus 2026, Simon mengatakan kunjungan lapangan diperlukan untuk melihat kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia menekankan bahwa dukungan harus sesuai dengan kondisi warga terdampak.

“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan dukungan yang kami berikan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” kata Simon. Pertamina memusatkan perhatian pada efektivitas distribusi logistik di berbagai lokasi pengungsian.

Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan

Camat Reok Rita Udin menilai bantuan tersebut membantu masyarakat di berbagai posko pengungsian. Ia menyoroti peran bantuan bagi dapur umum dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat di berbagai titik pengungsian, terutama untuk mendukung dapur umum dan kebutuhan dasar warga,” ujar Rita. Kebutuhan sanitasi, pangan, dan bahan memasak tetap menjadi bagian penting dari dukungan di posko pengungsian Reok.

Pada hari peninjauan, Simon juga memimpin upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Fuel Terminal Reo. Kegiatan itu berlangsung saat pekerja Pertamina tetap menjaga pasokan energi untuk masyarakat setempat.

“Para Perwira mengemban amanah yang sama mulianya: menjaga agar Indonesia terus bergerak, rumah-rumah tetap menyala, industri tetap beroperasi, rumah sekolah tetap melayani, dan Merah Putih terus berkibar,” lanjut Simon. Penjagaan pasokan energi berjalan beriringan dengan distribusi bantuan kemanusiaan bagi pengungsi.

Baca Juga