Usap Kepala Anak Berujung Dugaan Dorong, Lansia 73 Tahun Jatuh di Singapura

Sebuah interaksi singkat dengan seorang anak perempuan berujung pada dugaan pendorongan terhadap lansia berusia 73 tahun di Singapura. Korban terjatuh di area tempat makan setelah pria yang diduga ayah anak tersebut marah.

Polisi Singapura telah mengidentifikasi pria berusia 40 tahun yang diduga terlibat dalam peristiwa itu. Penyelidikan atas dugaan penganiayaan masih berjalan, sementara detail lengkap sebelum korban jatuh belum diumumkan.

Korban disebut mengusap kepala anak perempuan tersebut karena merasa gemas. Kepada Channel News Asia, lansia itu menyatakan tindakannya tidak dimaksudkan untuk menimbulkan persoalan.

“Orang tua suka mengusap kepala anak kecil,” kata korban. Meski demikian, kepolisian belum menjelaskan secara rinci bagaimana interaksi itu berkembang hingga terjadi dugaan pendorongan.

Korban Mengalami Keluhan Setelah Jatuh

Beberapa jam setelah insiden, korban mulai merasakan nyeri punggung yang hebat. Ia menyampaikan bahwa rasa sakit tersebut membuatnya bergantung pada obat-obatan.

Anak laki-laki korban menyatakan ayahnya memiliki riwayat cedera pada bagian kaki dan panggul. Kondisi itu menjadi perhatian keluarga setelah lansia tersebut jatuh di lokasi kejadian.

Menurut anak korban, pihak yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia menilai permintaan maaf dan pemberian minuman tidak menghapus dampak fisik yang kini dirasakan ayahnya.

“Meskipun kami menghargai bahwa dia akhirnya meminta maaf, ayah saya kini menderita sakit punggung yang parah setelah kejadian tersebut,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan setelah rekaman kejadian turut dibagikan melalui media sosial.

Terjadi di East Coast Road

Insiden itu berlangsung pada 16 Agustus 2026 di outlet Bei-Ing Wanton Noodle, East Coast Road. Rekaman CCTV dari kedai mi tersebut beredar di media sosial dan menarik perhatian publik.

Video itu memicu perdebatan mengenai respons orang tua ketika orang asing berinteraksi dengan anak-anak. Sebagian pengguna menyatakan memahami reaksi emosional orang tua, tetapi sebagian lainnya mengecam tindakan fisik terhadap korban yang berusia lanjut.

Perdebatan publik tidak mengubah posisi kepolisian yang masih mengumpulkan keterangan. Polisi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai insiden maupun situasi yang melatarbelakanginya.

Polisi Masih Mengumpulkan Keterangan

Dalam pernyataan resmi pada Minggu malam, polisi meminta publik memberi ruang kepada petugas untuk memeriksa fakta secara menyeluruh. Aparat belum menyampaikan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa tersebut.

The Independent melaporkan bahwa petugas masih menilai keterangan yang tersedia untuk memperoleh gambaran lengkap. Identifikasi pria berusia 40 tahun merupakan perkembangan awal, bukan penjelasan akhir atas kasus tersebut.

Pemeriksaan lanjutan akan menentukan konteks penuh dugaan pendorongan di tempat makan itu. Polisi belum merinci tindakan berikutnya terhadap pria yang telah diidentifikasi tersebut.

Baca Juga