Empoli berpeluang menjadikan struktur tiga bek sebagai senjata utama saat menghadapi Pisa pada babak 32 besar Coppa Italia. Sistem tersebut dapat berubah menjadi lima bek ketika bertahan dan berpotensi meredam permainan lebar tuan rumah.
Pertarungan di sisi lapangan diperkirakan menjadi bagian paling penting dalam derby Tuscan ini. Pisa ingin memaksimalkan duel satu lawan satu, sedangkan Empoli dapat mengandalkan wing-back untuk menutup ruang sekaligus memulai transisi.
Pisa akan menjamu Empoli pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB. Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani menjadi panggung bagi dua tim yang memasuki musim dengan komposisi pemain dan pendekatan baru.
Dua Formasi, Dua Rencana
| Tim | Formasi Perkiraan | Rencana Utama |
|---|---|---|
| Pisa | 4-3-3 | Mendorong serangan dari kedua sayap |
| Empoli | 3-5-2 | Menjaga struktur dan menyerang melalui wing-back |
Pisa diperkirakan memakai 4-3-3 di bawah arahan Paolo Bianco. Stefano Moreo dapat menjadi ujung tombak, dengan Matteo Tramoni dan Tommaso Marras menopang serangan dari area lebar.
Rencana itu memberi Pisa peluang untuk menekan sejak awal, terutama di hadapan pendukung sendiri. Namun, Empoli dapat memanfaatkan kepadatan pemain di sisi lapangan untuk membatasi ruang gerak Tramoni dan Marras.
Guido Pagliuca diperkirakan tetap mengandalkan organisasi yang rapat meski timnya menghadapi kendala pemain. Bohdan Popov dan Stiven Shpendi, top skor Empoli pada musim lalu, berpotensi tidak tersedia untuk laga ini.
Absennya dua pemain itu membuka kemungkinan bagi Filippo Distefano untuk mencatatkan debut kompetitif. Empoli yang menutup musim Serie B sebelumnya di posisi ke-15 membutuhkan alternatif baru untuk menjaga daya gedor.
Pisa Memulai Ulang Setelah Serie A
Bagi Pisa, pertandingan ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar derby regional. Klub tersebut baru terdegradasi dari Serie A dan kini memulai era baru bersama Bianco.
Tommaso Marras serta Simone Zanon didatangkan untuk memperkuat pilihan skuad. Di sisi lain, kepindahan Rafiu Durosinmi ke Genk menghilangkan penyerang utama yang sebelumnya menjadi bagian penting lini depan.
Situasi itu semakin rumit karena Nicholas Bonfanti dan Matheus Lusuardi mengalami cedera lutut. Bianco harus merancang serangan dengan opsi yang lebih terbatas pada pertandingan kompetitif pertamanya bersama Pisa.
Kontras antara kebutuhan Pisa untuk menunjukkan wajah baru dan keinginan Empoli menjaga stabilitas menjadikan laga ini sulit diprediksi. Kedua tim sama-sama memiliki alasan untuk bermain hati-hati, tetapi juga harus mencari jalan mencetak gol.
Prediksi Berbeda
Media Indonesia memperkirakan laga berakhir 1-1 dan Empoli melaju setelah adu penalti. MISTAR.ID memiliki pandangan berbeda dengan prediksi kemenangan Pisa 2-1 karena keuntungan bermain di kandang serta pendekatan agresif.
Tim yang lolos akan menghadapi pemenang pertandingan Fiorentina melawan Benevento. Hasil derby ini akan menentukan apakah proyek baru Pisa atau struktur bertahan Empoli yang lebih dahulu mendapat momentum di Coppa Italia.






