Calon taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara harus memenuhi syarat kesehatan dan fisik yang ketat pada penerimaan 2026/2027. Peserta tidak boleh buta warna parsial maupun total, serta wajib sehat jasmani dan rohani.
Pendaftar juga tidak boleh memiliki penyakit bawaan, penyakit menular, maupun cacat fisik atau mental. Tinggi badan minimum ditetapkan 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita dengan berat badan seimbang.
Batas usia peserta adalah minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember 2026. Mereka harus belum menikah serta bersedia tidak menikah selama menjalani pendidikan di Poltek SSN.
Ketentuan lain melarang peserta bertato atau memiliki bekas tato, serta bertindik atau memiliki bekas tindik di luar aturan yang diperbolehkan. Pendaftar juga tidak boleh sedang terikat dinas dengan instansi lain maupun pernah putus studi dari Poltek SSN atau perguruan tinggi kedinasan lain.
Hanya 50 Kursi untuk Tiga Program D4
Di tengah persyaratan tersebut, Poltek SSN membuka total 50 kursi bagi mahasiswa baru angkatan 2026/2027. Pendaftaran berlangsung mulai 10 Agustus hingga 10 September 2026.
Kuota penerimaan itu termuat dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/4038/M.SM.01.00/2026. Rekayasa Keamanan Siber menjadi program studi dengan daya tampung terbesar pada penerimaan ini.
| Program Studi | Jenjang | Kuota |
|---|---|---|
| Rekayasa Keamanan Siber | D4 | 22 orang |
| Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi | D4 | 10 orang |
| Rekayasa Kriptografi | D4 | 18 orang |
Ketiga program tersebut berhubungan dengan keamanan siber, perangkat keras kriptografi, dan kriptografi. Jumlah kursi yang terbatas membuat setiap pendaftar perlu memperhatikan seluruh ketentuan sebelum mengajukan berkas.
Syarat Akademik dan Asal Sekolah
Nilai rata-rata Matematika teori atau pengetahuan pada semester 4 dan 5 harus mencapai paling sedikit 80. Persyaratan yang sama berlaku bagi nilai Bahasa Inggris teori atau pengetahuan pada dua semester tersebut.
Siswa SMA/MA jurusan IPA dapat mendaftar apabila sekolahnya belum menggunakan Kurikulum Merdeka. Untuk sekolah yang telah menggunakan Kurikulum Merdeka, lulusan SMA/MA dari semua jurusan dapat mengikuti seleksi.
Lulusan SMK dari bidang Teknik Elektronika juga dapat mendaftar, termasuk Teknik Audio Video, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, serta Teknik Elektronika dan Komunikasi. Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi, serta Pengembangan Gim.
Pendaftaran Dilakukan melalui SSCASN
Pendaftaran dilakukan melalui SSCASN Sekolah Kedinasan dengan membuat akun menggunakan NIK dan mengunggah swafoto. Peserta kemudian memilih Politeknik Siber dan Sandi Negara serta program studi yang dituju.
Data nilai, biodata, dan dokumen harus dilengkapi sebelum kartu pendaftaran dicetak. Peserta lalu menunggu hasil verifikasi administrasi dari panitia.
| Dokumen | Format | Batas Ukuran |
|---|---|---|
| Pas foto berlatar merah | JPG | 200 KB |
| KTP asli atau KK asli | JPG | 200 KB |
| Rapor semester 4 dan 5 | 1.000 KB | |
| Hasil kesehatan dan buta warna | 500 KB | |
| Surat pernyataan bermaterai | 700 KB |
Rapor wajib memuat halaman profil atau identitas serta nilai Matematika dan Bahasa Inggris pada semester 4 dan 5. Peserta yang belum memiliki KTP dapat menggunakan Kartu Keluarga asli sebagai pengganti dokumen identitas.
Peserta yang lolos verifikasi memperoleh kode billing untuk pembayaran SKD yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara. Rangkaian berikutnya mencakup seleksi akademik, psikologi, kesehatan, kebugaran, Litpers, dan pantukhir.
Lulusan pendidikan nantinya harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga wajib menjalani ikatan dinas sesuai ketentuan yang berlaku.






