Saat Generator Gagal, USS Benfold Kehilangan Radar dan Dapur di Laut China Selatan

Kegagalan tiga generator membuat USS Benfold kehilangan seluruh pasokan listrik saat beroperasi di Laut China Selatan pada 24 Juli 2026. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh 329 awak, tetapi juga melumpuhkan sistem navigasi, radar, dan peluncur rudal kapal.

Selama empat hari, awak kapal perusak Amerika Serikat itu harus bertahan tanpa pendingin udara, dapur, toilet, serta pasokan air bersih yang memadai. Situasi menjadi lebih berat karena suhu di kawasan tersebut mencapai 32 hingga 37 derajat Celsius.

Sistem Penting Kapal Tidak Berfungsi Normal

Gangguan berasal dari tiga generator turbin gas Allison AG9140 yang mengalami kerusakan. Kegagalan tersebut memadamkan daya pada USS Benfold, kapal kelas Arleigh Burke Flight I berbobot hingga 9.700 ton.

Tanpa listrik, radar phased-array AN/SPY-1D tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Sistem navigasi dan sistem peluncuran rudal VLS Mk 41 juga ikut terdampak, sehingga kemampuan operasional normal kapal di laut lepas terbatas.

USS Benfold saat itu menjalankan operasi rutin di kawasan Indo-Pasifik bersama kelompok tempur USS George Washington. Insiden tersebut kemudian memaksa kapal keluar dari rencana pelayaran bersama gugus tempurnya.

Tidak Ada Awak yang Terluka

Komandan Matthew Comer selaku juru bicara Armada ke-7 Angkatan Laut AS menyatakan tidak ada personel yang terluka dalam kejadian itu. Menurutnya, gangguan mesin tersebut melibatkan generator dan berujung pada hilangnya daya listrik kapal.

“Tidak ada korban luka di antara awak kapal, yang menunjukkan ketangguhan, kegigihan, profesionalisme, dan ketenangan yang teguh dalam merespons kejadian tersebut,” ujar Comer. Pernyataan itu menggambarkan respons awak yang tetap terjaga meski fasilitas dasar kapal tidak tersedia.

Tekanan terbesar tidak hanya datang dari suhu dan keterbatasan air bersih. Para perwira juga harus memastikan kondisi awak tetap terkendali sambil menunggu bantuan logistik dan penanganan teknis.

Carl Schuster, mantan Kapten Angkatan Laut AS, menyebut situasi mati listrik berkepanjangan di laut dapat memicu stres tinggi. Teknisi perlu mencari solusi kerusakan, sementara navigator harus memantau arah hanyut kapal dan perkembangan cuaca.

“Saya bisa meyakinkan Anda, empat jam di perairan tenggara Puerto Riko tidak ada apa-apa dibandingkan stres selama empat hari di Laut China Selatan,” tutur Schuster. Ia menilai komandan dan wakil komandan menanggung beban besar dalam mengatur makanan, moral awak, cuaca, dan kedatangan bantuan.

USS Robert Smalls Kirim Logistik

Kapal penjelajah USS Robert Smalls dikerahkan dari kelompok tempur yang sama untuk membantu USS Benfold. Bantuan yang dikirim mencakup makanan matang dan logistik tambahan bagi awak selama krisis daya berlangsung.

Pada 28 Juli 2026, USS Benfold ditarik kapal tunda komersial menuju Subic Bay, Filipina. Awak kapal kemudian diinapkan di fasilitas darat ketika personel Ship Repair Facility–Japan Regional Maintenance Center melakukan pekerjaan perbaikan.

TahapanTanggalKeterangan
Gangguan daya24 Juli 2026Generator gagal di Laut China Selatan
Penarikan kapal28 Juli 2026Menuju Subic Bay, Filipina
Daya pulih30 Juli 2026Pasokan listrik kembali sepenuhnya
Perbaikan rampung7 Agustus 2026Pekerjaan teknis selesai
Berlayar kembali8 Agustus 2026Menuju Yokosuka, Jepang

Pasokan listrik USS Benfold berhasil dipulihkan sepenuhnya pada 30 Juli 2026. Perbaikan teknis selesai pada 7 Agustus 2026 dan kapal berlayar menuju Yokosuka sehari kemudian.

Angkatan Laut AS masih menyelidiki penyebab kegagalan generator tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi dasar pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

Baca Juga