Semua Sektor Hijau, IHSG Kembali ke 6.401 saat Kesehatan Memimpin Lonjakan

Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia bergerak menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Kondisi itu membawa IHSG naik 100,12 poin atau 1,59 persen ke posisi 6.401,8.

Sektor kesehatan menjadi penggerak terbesar dengan kenaikan 3,09 persen. Properti dan energi mengikuti penguatan tersebut, masing-masing naik 2,9 persen dan 2,6 persen.

Penguatan Terjadi di Seluruh Sektor

Selain tiga sektor utama, infrastruktur juga mencatat kenaikan 1,6 persen. Barang konsumen non-primer bertambah 1,17 persen, lebih tinggi dari barang konsumen primer dan transportasi yang masing-masing menguat 1,14 persen.

Sektor barang baku naik 1,11 persen, sementara keuangan bertambah 0,68 persen. Teknologi menguat 0,6 persen dan perindustrian naik 0,34 persen.

SektorPerubahan
KesehatanNaik 3,09 persen
PropertiNaik 2,9 persen
EnergiNaik 2,6 persen
InfrastrukturNaik 1,6 persen
Barang konsumen non-primerNaik 1,17 persen
Barang konsumen primerNaik 1,14 persen
TransportasiNaik 1,14 persen
Barang bakuNaik 1,11 persen
KeuanganNaik 0,68 persen
TeknologiNaik 0,6 persen
PerindustrianNaik 0,34 persen

Nilai transaksi pada perdagangan tersebut mencapai Rp12,4 triliun. Jumlah saham yang naik mencapai 354 emiten, dibandingkan 277 saham yang melemah dan 332 saham yang tidak berubah.

Top Gainers Bergerak Lebih Agresif

Di tengah penguatan yang meluas, sejumlah saham mencatat lonjakan jauh di atas kenaikan IHSG. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) menjadi dua saham dengan kenaikan 25 persen.

TEBE ditutup pada Rp300, sedangkan YPAS berada di Rp1.200. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 24,9 persen ke Rp1.605 dan PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) menguat 22,1 persen menjadi Rp464.

SahamPerubahanHarga Penutupan
TEBENaik 25 persenRp300
YPASNaik 25 persenRp1.200
AGARNaik 24,9 persenRp1.605
STARNaik 22,1 persenRp464
BYANNaik 20 persenRp14.400

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melengkapi daftar kenaikan tajam dengan penguatan 20 persen ke Rp14.400. Pada kelompok LQ45, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 7,01 persen dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menguat 6,46 persen.

Pasar Mencermati Kebijakan dan The Fed

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas yang dikutip Investor Daily, perhatian investor domestik tertuju pada arah kebijakan pemerintah dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027. Pasar juga menunggu kepastian anggaran program makan bergizi gratis serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sentimen eksternal datang dari data PPI final demand Amerika Serikat yang secara bulanan tidak berubah dari periode sebelumnya. Secara tahunan, angkanya melandai dari 5,5 persen menjadi 4,7 persen.

Data tersebut memperkuat perhatian pelaku pasar terhadap keputusan The Fed pada September. CME FedWatch mencatat probabilitas suku bunga utama tetap ditahan sebesar 65,2 persen.

Penguatan Indeks Tidak Menjangkau Semua Saham

Pergerakan saham individual tetap beragam meski seluruh sektor berada di zona hijau. PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) melemah 14,8 persen ke Rp390, sedangkan PT Multitrend Indo Tbk (BABY) turun 14,7 persen menjadi Rp232.

PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) terkoreksi 9,7 persen ke Rp195. PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) turun 8,7 persen ke Rp166 dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melemah 8,6 persen menjadi Rp466.

Baca Juga