Target Investasi Naik, Pasar Saham Tetap Menghadapi Bayang-Bayang Minyak US$90

Kenaikan target investasi pemerintah untuk 2027 menjadi Rp2.322 triliun memberi penopang bagi prospek sejumlah sektor domestik. Namun, pasar saham tetap harus menghadapi tekanan global setelah minyak Brent naik hingga US$90,87 per barel.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar menyeimbangkan harapan terhadap investasi dengan risiko inflasi dan suku bunga global. IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 6.325 hingga resistance 6.465 pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Investasi Diandalkan untuk Pertumbuhan

Target investasi 2027 lebih tinggi daripada target 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun. Pemerintah menempatkan target tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.

Pada semester I-2026, realisasi investasi mencapai Rp300,1 triliun dan tumbuh 6,9 persen secara tahunan. Sektor mineral menjadi sektor yang mendominasi capaian tersebut.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, peningkatan target investasi menandakan investasi makin diandalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah menjadi bagian dari arah yang diperhatikan pasar.

Sektor mineral, kawasan industri, energi, infrastruktur, serta manufaktur dinilai berpeluang mendapat dorongan. Potensi itu menjadi konteks domestik yang penting saat kondisi eksternal bergerak kurang kondusif.

Data InvestasiNilaiKeterangan
Target investasi 2026Rp2.041,3 triliunTarget pemerintah
Target investasi 2027Rp2.322 triliunTarget pemerintah yang dinaikkan
Realisasi semester I-2026Rp300,1 triliunTumbuh 6,9 persen secara tahunan
Proyeksi pertumbuhan ekonomi5,8-6,5 persenSejalan dengan target investasi 2027

Minyak dan Obligasi Menekan Sentimen

Tekanan datang dari kenaikan harga minyak dunia setelah Donald Trump menolak perpanjangan kesepakatan perdamaian sementara 60 hari dengan Iran. Harga minyak WTI mencapai US$85,3 per barel, sedangkan Brent menembus US$90,87 per barel.

Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan arah suku bunga global. Risiko itu juga muncul bersamaan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 30 tahun menjadi 5,31 persen pada Senin, 17 Agustus 2026.

Imbal hasil tersebut disebut menjadi yang tertinggi dalam hampir 20 tahun terakhir. Kenaikan yield dapat membuat pergerakan pasar saham dan obligasi menjadi lebih sulit pada perdagangan berikutnya.

Sebelum menghadapi sentimen itu, IHSG ditutup menguat 100,1 poin atau 1,59 persen ke level 6.401 pada Jumat, 14 Agustus 2026. Penguatan indeks terutama didukung sektor kesehatan yang naik 3,09 persen.

Area Teknis yang Dicermati

Pilarmas Investindo Sekuritas menempatkan level 6.325 sebagai support dan 6.465 sebagai resistance. Area tersebut menjadi batas teknikal yang diperhatikan setelah penguatan indeks menjelang libur nasional.

Indikator PasarPosisiCatatan
IHSG6.401Penutupan 14 Agustus 2026
Support6.325Proyeksi Pilarmas
Resistance6.465Proyeksi Pilarmas
US Treasury 30 tahun5,31 persenPosisi 17 Agustus 2026

Untuk perdagangan Selasa, Pilarmas merekomendasikan SSIA, ITMG, dan ADRO sebagai pilihan harian. Rekomendasi tersebut hadir ketika pasar mengukur kekuatan faktor domestik terhadap tekanan dari energi dan obligasi global.

“Menghadapi hari ini, kemungkinan besar pergerakan IHSG dan pasar obligasi akan sedikit sulit, namun terkadang selalu ada saja kejutan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas. Pasar pun akan mencermati apakah indeks mampu bertahan di sekitar area support yang telah diproyeksikan.

Baca Juga