Bukan Hanya Susu, 7 Pilihan Makanan Ini Bantu Rawat Tulang Seiring Usia

Ikan sarden, tahu, hingga brokoli menunjukkan bahwa asupan untuk tulang tidak hanya berasal dari susu. Bahan pangan tersebut menyediakan kombinasi kalsium, vitamin D, protein, magnesium, atau vitamin K yang dibutuhkan tubuh.

Keragaman pilihan menjadi penting karena tulang terus mengalami proses pembentukan dan penghancuran. Pola makan seimbang dapat membantu menjaga kemampuan tubuh mempertahankan kekuatan tulang seiring bertambahnya usia.

Bagi orang dengan osteoporosis, kebutuhan nutrisi untuk tulang perlu mendapat perhatian dalam menu harian. Kementerian Kesehatan memasukkan sejumlah bahan pangan berikut sebagai pilihan untuk membantu memenuhi nutrisi tersebut.

Ringkasan 7 Pilihan Makanan

No.MakananKandungan pentingManfaat utama
1SusuKalsium, vitamin D, proteinMendukung struktur tulang
2BrokoliKalsium, vitamin KMenambah asupan nabati
3Kacang kedelaiProtein, kalsiumMenyumbang protein dan mineral
4TahuProtein, kalsiumProtein nabati yang praktis
5Kacang almondKalsium, magnesium, proteinMenyediakan mineral penting
6Ikan sardenKalsium, vitamin DMenggabungkan dua nutrisi tulang
7Kuning telurVitamin D, proteinMembantu penyerapan kalsium

1. Susu

Susu dikenal sebagai sumber kalsium yang mudah tersedia dalam konsumsi sehari-hari. Kalsium berperan dalam mempertahankan struktur serta kekuatan tulang.

Produk susu tertentu telah diperkaya vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik. Protein dalam susu juga turut mendukung pemeliharaan jaringan tubuh.

Orang yang tidak mengonsumsi susu sapi dapat memilih sumber kalsium lain berdasarkan kebutuhannya. Minuman nabati yang diperkaya kalsium termasuk salah satu pilihan alternatif.

2. Brokoli

Brokoli dapat dipilih untuk menambah asupan kalsium dari sumber nabati. Sayuran ini juga mengandung vitamin K yang berperan dalam menjaga kondisi tulang.

Vitamin C dan serat di dalam brokoli turut melengkapi pola makan yang berimbang. Kale dan sayuran hijau lain dapat dimasukkan sebagai variasi bahan pangan.

3. Kacang Kedelai

Kacang kedelai memberikan protein nabati serta mineral, termasuk kalsium. Kebutuhan protein penting diperhatikan karena nutrisi ini menjadi bagian penting dari struktur tulang.

Kedelai tersedia dalam beragam bentuk seperti tempe, tahu, dan edamame. Ketersediaan olahan itu membuatnya mudah diadaptasi ke berbagai menu.

4. Tahu

Tahu merupakan olahan kedelai yang praktis dan mudah ditemukan. Kandungan protein nabati serta kalsiumnya dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi, terutama bila tahu dibuat dengan bahan penggumpal yang mengandung kalsium.

Bahan ini dapat dimasak sebagai tumisan atau disajikan dalam sup. Penambahan sayuran dan bahan bergizi lain dapat membuat hidangan lebih bervariasi.

5. Kacang Almond

Kacang almond menyediakan kalsium, magnesium, protein, serat, dan lemak tak jenuh. Magnesium termasuk mineral yang dibutuhkan tubuh serta berperan dalam kesehatan tulang.

Kacang kenari juga dapat dipertimbangkan karena mengandung asam lemak omega-3. Porsinya tetap perlu diperhatikan karena kacang memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.

6. Ikan Sarden

Sarden kalengan dengan tulang yang dapat dimakan dapat menjadi sumber kalsium. Ikan berminyak ini sekaligus menyediakan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan.

Salmon dan trout juga tergolong ikan berlemak yang mengandung vitamin D dan asam lemak omega-3. Kehadiran ikan dalam menu dapat memperluas sumber nutrisi selain bahan pangan nabati.

7. Kuning Telur

Kuning telur menyumbang vitamin D dan protein untuk menu sehari-hari. Vitamin D membantu proses penyerapan kalsium, walaupun telur bukan sumber kalsium tertinggi dalam daftar ini.

Telur mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Kombinasi makanan dari kelompok susu, sayuran hijau, kedelai, kacang, ikan, dan telur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tulang.

Baca Juga