Keputusan suku bunga Bank Indonesia dan risalah pertemuan FOMC menjadi agenda yang paling dinanti pasar setelah IHSG menguat 1,59%. Dalam situasi tersebut, tiga saham masuk rekomendasi beli, sementara satu saham mendapat rekomendasi jual.
IHSG ditutup pada level 6.401,89 pada perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut membuka peluang pengujian area resistance, tetapi arah pasar berikutnya tetap bergantung pada respons investor terhadap kebijakan moneter.
BI Rate dan Risalah FOMC Menjadi Katalis
Pasar memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pekan ini. Informasi tersebut disampaikan market.bisnis.com sebagai salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar.
Investor juga menanti FOMC Minutes dari Amerika Serikat untuk menilai arah kebijakan suku bunga The Fed. Dokumen itu dapat memberi petunjuk mengenai sikap bank sentral Amerika Serikat terhadap kebijakan berikutnya.
Perhatian terhadap dua agenda ini muncul saat pasar domestik sedang menguat. Perubahan sentimen dari kebijakan moneter berpotensi memengaruhi kelanjutan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.
Daftar Saham yang Direkomendasikan
| Saham | Posisi Penutupan | Rekomendasi | Target Harga |
|---|---|---|---|
| HRTA | Rp2.150 | Beli | Rp2.230–Rp2.350 |
| SRTG | Rp1.840 | Beli | Rp1.870–Rp1.915 |
| INDY | Rp2.560 | Beli | Rp2.630–Rp2.710 |
| FILM | Rp900 | Jual | Rp830 |
1. HRTA
HRTA direkomendasikan beli dari harga penutupan Rp2.150. Target yang ditetapkan berada pada kisaran Rp2.230 hingga Rp2.350.
Batas rugi untuk saham ini berada di bawah Rp2.000. Level tersebut menjadi acuan pengendalian risiko apabila harga tidak bergerak sesuai arah yang diharapkan.
2. SRTG
SRTG masuk daftar beli setelah menutup perdagangan di Rp1.840. Target harga saham ini berada pada rentang Rp1.870–Rp1.915.
Batas rugi SRTG ditetapkan di bawah Rp1.750. Investor dapat mencermati pergerakan harga terhadap rentang target dan batas risiko tersebut.
3. INDY
INDY direkomendasikan beli pada harga penutupan Rp2.560. Target harganya berada pada Rp2.630 sampai Rp2.710.
Untuk mengantisipasi pelemahan, batas rugi INDY berada di bawah Rp2.320. Rentang target dan batas risiko tersebut menjadi bagian dari acuan teknikal yang tersedia.
4. FILM
FILM menjadi satu-satunya saham dalam daftar yang memperoleh rekomendasi jual. Saham tersebut ditutup pada Rp900 dengan target Rp830.
Perbedaan rekomendasi ini memperlihatkan bahwa kondisi positif indeks tidak selalu diikuti semua saham. Setiap saham tetap memiliki arah teknikal dan tingkat risiko masing-masing.
Area Penting IHSG
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG masih berada dalam struktur bullish jangka pendek. Indeks bertahan di atas MA20, sehingga peluang penguatan dinilai masih terbuka.
Reza dalam riset Selasa (18/8/2026) menyebut peluang IHSG menguji 6.455 masih terbuka. Area support indeks diperkirakan berada di 6.200–6.280, sedangkan resistance berada pada 6.400–6.455.
Penembusan di atas 6.455 dapat mengonfirmasi penguatan lanjutan. Target berikutnya diperkirakan berada pada kisaran 6.568–6.716 apabila breakout terjadi.
Sentimen positif sebelumnya juga datang dari pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027. Pasar menyoroti target defisit 2,40% dari produk domestik bruto dan optimisme pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2026.
Rupiah yang menguat ke Rp17.827 per dolar AS turut mendukung sentimen domestik. Rekomendasi yang tersedia merupakan informasi pasar dan bukan ajakan untuk membeli maupun menjual saham.






