Ketika 474 saham berakhir melemah, investor asing justru mengarahkan pembelian bersih kepada tiga bank besar. BBCA menjadi pilihan paling dominan dengan nilai beli bersih Rp129,4 miliar pada Kamis, 13 Agustus 2026.
BBRI dan BBNI mengikuti di belakangnya dengan pembelian bersih asing masing-masing Rp38,6 miliar dan Rp30,8 miliar. Ketiganya menjadi kelompok saham yang paling banyak menyerap akumulasi asing di tengah koreksi pasar.
Kontras di tengah penurunan IHSG
IHSG ditutup melemah 72,08 poin atau 1,13% dan berhenti di posisi 6.301,7. Pada sesi yang sama, hanya 186 saham menguat, sementara 303 saham tidak bergerak dari posisi sebelumnya.
Tekanan indeks tersebut terjadi meski terdapat pembelian pada beberapa emiten berkapitalisasi besar. Total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp13,3 triliun, tetapi minat beli asing hanya terkonsentrasi pada saham tertentu.
Data Stockbit yang dilansir Investor Daily menunjukkan BBCA memiliki nilai beli bersih jauh lebih besar dibandingkan saham lain dalam daftar. Selisihnya dengan BBRI yang berada di posisi kedua mencapai lebih dari Rp90 miliar.
| Peringkat | Saham | Beli Bersih Asing |
|---|---|---|
| 1 | BBCA | Rp129,4 miliar |
| 2 | BBRI | Rp38,6 miliar |
| 3 | BBNI | Rp30,8 miliar |
| 4 | GGRM | Rp9,14 miliar |
| 5 | EMAS | Rp7,3 miliar |
| 6 | ERAA | Rp5,9 miliar |
Pembelian juga menyebar ke sektor lain
Di luar kelompok bank, GGRM tercatat menerima beli bersih asing Rp9,14 miliar. EMAS dan ERAA juga masuk jajaran saham yang dibeli bersih, masing-masing senilai Rp7,3 miliar dan Rp5,9 miliar.
Daftar 10 saham dengan pembelian bersih asing terbesar turut mencakup emiten sektor properti dan pertambangan. Meski demikian, data yang tersedia memperlihatkan nilai pembelian paling besar tetap terpusat pada tiga saham perbankan.
Jual bersih asing tetap besar
Akumulasi pada saham-saham pilihan itu tidak berarti dana asing masuk secara menyeluruh ke pasar. Investor asing masih membukukan jual bersih Rp1,41 triliun di seluruh pasar pada hari perdagangan yang sama.
Pasar reguler menyumbang jual bersih Rp1,39 triliun dari jumlah tersebut. Adapun transaksi di pasar negosiasi dan tunai menghasilkan jual bersih Rp26,03 miliar.
Perbedaan antara jual bersih pasar dan pembelian pada saham tertentu menandakan strategi investor asing yang selektif. PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap memperoleh aliran beli ketika pasar berada dalam tekanan.
Koreksi IHSG ke level 6.301,7 menunjukkan pembelian pada saham bank besar belum mampu membalikkan sentimen pasar secara umum. Namun, posisi BBCA sebagai penerima beli bersih asing terbesar menjadi pembeda penting pada perdagangan tersebut.






