Cuaca panas membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Dalam situasi ini, tomat dapat menjadi salah satu pilihan makanan berair karena kandungan airnya hampir 95 persen.
Kandungan tersebut bahkan disebut lebih tinggi daripada semangka, stroberi, dan nanas. Tomat juga membawa kalium yang membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan.
Kalium merupakan elektrolit penting bagi tubuh. Ahli gizi Mandy Enright, MS, RDN, RYT, menjelaskan bahwa mineral ini membantu menarik air ke dalam sel.
Fungsi tersebut penting ketika cairan tubuh berkurang akibat keringat. Asupan kalium dapat membantu mendukung keseimbangan cairan, meski kebutuhan minum air putih tetap tidak dapat diabaikan.
Risiko saat Cairan Tubuh Berkurang
Kekurangan cairan dapat memunculkan sejumlah keluhan, mulai dari rasa haus berlebihan hingga mulut kering. Kondisi ini juga dapat menyebabkan tubuh terasa lelah dan memicu sakit kepala.
Dehidrasi berpotensi berkaitan dengan kram otot. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi detak jantung karena jantung adalah otot yang dapat meningkatkan denyutnya saat volume darah rendah.
Hidrasi saat kemarau dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan minuman. Makanan tinggi air dapat melengkapi kebutuhan cairan, terutama pada saat tubuh mudah kehilangan cairan.
Kemarau Terjadi di Sebagian Besar Zona Musim
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan bahwa 76,5 persen wilayah Indonesia mengalami musim kemarau. Peningkatan suhu mendorong tubuh memproduksi lebih banyak keringat untuk membantu mendinginkan suhu tubuh.
| Kondisi zona musim | Jumlah zona |
|---|---|
| Mengalami kemarau | 535 zona |
| Mengalami 1 musim | 113 zona |
| Mengalami musim hujan | 51 zona |
Jumlah zona yang mengalami kemarau mencapai 535 zona. Sementara itu, terdapat 113 zona yang mengalami satu musim dan 51 zona masih mengalami musim hujan.
Pada cuaca kering, penguapan cairan dapat berlangsung lebih cepat. Minum air putih dan mengonsumsi buah atau makanan dengan kandungan air tinggi dapat membantu mengganti cairan yang hilang.
Likopen hingga Serat Menambah Nilai Tomat
Manfaat tomat juga berasal dari likopen, antioksidan yang terkandung di dalamnya. Sejumlah bukti menunjukkan antioksidan tomat dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit Alzheimer.
Sebuah studi pada 2022 mencatat orang berusia 70 tahun ke atas dengan asupan likopen lebih tinggi mengalami perlambatan penurunan kognitif. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang diperhatikan antara likopen dan kesehatan otak.
Tomat mengandung serat larut serta serat tidak larut. Selulosa, hemiselulosa, dan pektin dapat membantu mencegah sembelit dengan mendukung pembentukan feses yang sehat.
Vitamin C dalam tomat berperan dalam produksi kolagen. Proses ini membantu kulit tetap kuat, sehat, dan menjaga elastisitasnya.
Likopen juga disebut dapat membantu memberi perlindungan dari kerusakan akibat sinar UV. Perlindungan itu dikaitkan dengan kemampuan kulit menghadapi paparan sinar matahari serta polusi.
Dengan kandungan air, kalium, serat, vitamin C, dan likopen, tomat menawarkan sejumlah manfaat dalam satu bahan pangan. Buah ini dapat menjadi pelengkap menu saat kemarau, bersamaan dengan kebiasaan memenuhi cairan melalui air putih.






