Bukan Pengganti Dokter, ROSA Membantu Rencana Implan Lutut Lebih Personal

Robot tidak menentukan perlu atau tidaknya pasien menjalani operasi lutut. Pada penggunaan ROSA®, keputusan medis, metode tindakan, dan target penanganan tetap berada di tangan dokter.

Perangkat robotik ini berfungsi menyediakan data, pengukuran, dan panduan selama prosedur berlangsung. Informasi tersebut membantu dokter menyusun tindakan yang lebih sesuai dengan anatomi lutut pasien.

Setiap pasien dapat memiliki bentuk tulang, posisi sendi, dan karakteristik lutut yang berbeda. Variasi itu membuat perencanaan operasi penggantian sendi tidak dapat diperlakukan sama untuk semua pasien.

ROSA® digunakan di RS Premier Bintaro untuk mendukung dokter dalam merencanakan penempatan implan serta target keseimbangan sendi. Sistem ini menjadi alat bantu dalam keseluruhan proses medis, bukan pengganti keahlian klinis dokter.

Empat peran dalam prosedur

Pemanfaatan perangkat robotik mencakup sejumlah tahapan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengukuran operasi. Perannya berpusat pada penyediaan informasi yang dibutuhkan dokter saat menjalankan prosedur.

Area pendukungManfaat dalam prosedur
Rencana implanMembantu perencanaan dan penempatan implan secara lebih terukur pada penggantian sendi lutut.
Data anatomiMendukung penyusunan rencana yang lebih personal berdasarkan bentuk dan karakteristik lutut.
Evaluasi sendiMembantu dokter menilai pengukuran untuk mencapai target keseimbangan sendi.
Fungsi pascaoperasiTindakan yang sesuai kondisi pasien diharapkan mendukung pemulihan fungsi lutut.

Presisi pengukuran tidak berarti hasil operasi akan sama pada setiap pasien. Kondisi medis, kebutuhan tindakan, serta keputusan dokter tetap menjadi faktor utama dalam penanganan gangguan lutut.

dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL, Hip and Knee Surgeon, menjelaskan bahwa teknologi robotik hadir sebagai asisten bagi dokter. Dukungan data dan perencanaan yang lebih detail dimaksudkan untuk membantu pengambilan keputusan serta pelaksanaan tindakan.

Pemulihan bukan tahap yang menunggu operasi selesai

Penanganan pasien tidak berhenti pada keberhasilan prosedur operatif. Rehabilitasi diperlukan agar pasien dapat mengembalikan fungsi sendi dan menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap sesuai kemampuannya.

dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K), Consultant Rehabilitation Medicine Physician, menekankan pentingnya menyiapkan program rehabilitasi sejak sebelum operasi. Persiapan sejak awal membantu tim medis menyesuaikan sasaran pemulihan dengan kondisi fisik dan aktivitas yang ingin dicapai pasien.

Dokter bedah dan dokter rehabilitasi perlu bekerja dalam satu rangkaian penanganan. Pendekatan itu mencakup persiapan, operasi, dan perawatan setelah tindakan dengan fokus pada pemulihan fungsi lutut.

Bagian dari layanan satu atap

Hadirnya ROSA® melengkapi pengembangan layanan teknologi di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan. Rumah sakit ini beroperasi sejak 12 Oktober 1998 dan mengembangkan layanan spesialis dengan pendekatan yang berpusat pada pasien.

Fasilitas tersebut juga menyediakan Orthopedic Center, Spine Center, OrthoSport & Wellness Center, Heart Centre, Vascular Center, Stroke Center, serta Skin & Laser Clinic. Layanan satu atap memungkinkan pasien menjalani konsultasi, pemeriksaan penunjang, operasi, rawat inap, dan perawatan lanjutan secara terpadu.

Dalam acara “ROSA® Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery” pada 13 Agustus 2026, pihak RS Premier Bintaro menyatakan teknologi bukan tujuan utama perawatan. Teknologi, dokter, dan seluruh tim medis ditempatkan untuk bekerja bersama demi layanan yang aman dan sesuai kebutuhan pasien.

Baca Juga