Seseorang dapat lebih sering digigit nyamuk bukan semata-mata karena golongan darahnya. Jejak karbon dioksida dari napas, suhu tubuh, aroma kulit, hingga pakaian yang dikenakan dapat membuat tubuh lebih mudah ditemukan.
Golongan darah O memang memiliki kecenderungan lebih menarik bagi nyamuk dalam sejumlah penelitian. Akan tetapi, faktor tubuh dan lingkungan menjelaskan mengapa orang dengan golongan darah lain juga dapat menjadi sasaran utama.
Karbon Dioksida Membuka Jalur bagi Nyamuk
Hembusan napas manusia membentuk jejak karbon dioksida di udara yang dapat diikuti nyamuk. Sinyal ini menjadi salah satu petunjuk awal bagi serangga tersebut untuk mendekati calon inang.
Jonathan F. Day, profesor entomologi, menjelaskan bahwa jumlah karbon dioksida dipengaruhi tingkat metabolisme dan faktor genetik. Orang yang melepaskan lebih banyak CO2 berpeluang lebih besar menarik perhatian nyamuk.
Temuan pada 2004 menunjukkan wanita hamil lebih menarik bagi nyamuk daripada wanita yang tidak hamil. Kemungkinan penjelasannya mencakup pelepasan karbon dioksida lebih besar serta suhu tubuh yang lebih tinggi.
Setelah mendekati jejak napas, nyamuk juga dapat menggunakan panas sebagai penanda. Riset pada 2007 menemukan nyamuk betina bergerak menuju sumber panas tanpa bergantung pada ukurannya.
Bau Kulit dan Warna Baju Menambah Daya Tarik
Aroma tubuh tiap orang tidak sama karena dipengaruhi bakteri kulit dan faktor genetik. Amonia serta asam laktat disebut sebagai beberapa senyawa yang dapat memengaruhi ketertarikan nyamuk.
Penggunaan produk perawatan tubuh juga dapat menjadi pertimbangan saat berada di luar ruangan. Lotion yang mengandung asam laktat atau asam alfa-hidroksi dan produk beraroma bunga kuat berpotensi menarik nyamuk.
Christopher Bazolli, MD, spesialis pengobatan darurat, menyebut parfum dan deodoran juga dapat menarik perhatian nyamuk. Artinya, upaya menutupi bau badan tidak selalu membuat seseorang kurang terdeteksi oleh serangga ini.
| Petunjuk | Pengaruh bagi Nyamuk | Rincian |
|---|---|---|
| Napas | Mengarahkan pencarian inang | Karbon dioksida membentuk jejak di udara |
| Panas tubuh | Menjadi sinyal tambahan | Nyamuk betina bergerak ke sumber panas |
| Aroma kulit | Meningkatkan atau menurunkan ketertarikan | Dipengaruhi asam laktat dan bakteri kulit |
| Pakaian | Membantu nyamuk melihat sasaran | Gelap, oranye, merah, dan cyan lebih menarik |
Pakaian berwarna gelap dapat membuat seseorang lebih menonjol di hadapan nyamuk dibandingkan pakaian terang. Studi dalam Nature Communications pada 2022 juga mencatat ketertarikan pada warna oranye, merah, dan cyan.
Rona merah atau merah muda pada kulit manusia kemungkinan ikut berkaitan dengan respons tersebut. Pemilihan pakaian terang dapat menjadi salah satu langkah pendukung, meski tidak menghilangkan seluruh risiko gigitan.
Posisi Golongan Darah O dalam Temuan Penelitian
Nyamuk diduga mampu mengenali antigen yang berhubungan dengan golongan darah manusia. Sebagian orang mengeluarkan antigen melalui cairan tubuh seperti air liur dan air mata.
Pemilik golongan darah O menghasilkan antigen H yang menjadi prekursor antigen A dan B. Sinyal inilah yang diduga berkaitan dengan ketertarikan nyamuk pada golongan darah tersebut.
Penelitian pada 1974 dengan 102 peserta menunjukkan nyamuk lebih sering memilih darah dari pemilik golongan darah O. Riset pada 2019 yang menggunakan alat pemakan berisi darah dari beberapa golongan juga menemukan ketertarikan tertinggi pada darah O.
Temuan itu menunjukkan adanya kecenderungan, bukan aturan mutlak bagi setiap individu. Seseorang dengan golongan darah O tetap dapat lebih jarang digigit dibanding orang lain yang mengeluarkan sinyal tubuh lebih kuat.
Langkah di Rumah untuk Mengurangi Nyamuk
Pengendalian nyamuk perlu diarahkan pula pada tempat berkembang biaknya. Penerapan 3M Plus meliputi menguras dan menutup penampungan air serta memanfaatkan kembali barang bekas yang bernilai ekonomis.
- Menguras wadah air seperti toren dan drum secara rutin.
- Menutup wadah yang berpotensi menampung air.
- Menggunakan larvasida atau memelihara ikan pemakan jentik pada wadah tertentu.
- Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
- Memperbaiki saluran atau talang air yang tidak lancar.
- Menyimpan pakaian bekas pakai di wadah tertutup.
Pembersihan lingkungan dan pemeriksaan wadah air secara rutin membantu menekan jumlah jentik. Upaya ini mengurangi kesempatan nyamuk berkembang biak di sekitar rumah.






