RBC IFG Life Tembus 180,16%, Kemampuan Memenuhi Polis Menguat pada 2025

IFG Life menutup 2025 dengan RBC sebesar 180,16%, melampaui batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan. Kecukupan modal ini menjadi indikator penting bagi perusahaan dalam menjaga kelangsungan usaha dan komitmen kepada pemegang polis.

Di tengah kebutuhan industri asuransi untuk menjaga kecukupan modal, IFG Life menempatkan kesehatan keuangan sebagai basis perlindungan jangka panjang. Perseroan menyatakan penguatan struktur bisnis diarahkan agar kewajiban kepada nasabah dapat dipenuhi secara bertanggung jawab.

RBC Menjadi Penanda Kecukupan Modal

Risk-Based Capital merupakan ukuran kondisi permodalan perusahaan asuransi dalam menghadapi risiko. Angka RBC 180,16% menunjukkan posisi IFG Life berada di atas ketentuan minimum regulator.

Penguatan modal tersebut berjalan bersamaan dengan penerapan disiplin manajemen risiko dan tata kelola perusahaan. Kedua aspek itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan.

Pengelolaan portofolio bisnis dilakukan secara terstruktur untuk menjaga kualitas kegiatan operasional. Perseroan juga mengandalkan strategi investasi yang presisi sebagai salah satu penopang kinerja.

Kinerja 2025 Tumbuh di Sejumlah Indikator

Kinerja keuangan IFG Life tidak hanya ditandai oleh tingkat RBC yang tinggi. Laba bersih konsolidasi perusahaan mencapai Rp482,12 miliar sepanjang 2025 atau meningkat 162,9% dibandingkan 2024.

KomponenRealisasi 2025Perubahan atau Status
Laba bersih konsolidasiRp482,12 miliarNaik 162,9%
Pendapatan jasa asuransiRp6,56 triliunNaik 11,7%
Total asetRp32,84 triliunTercatat sepanjang 2025
RBC180,16%Di atas batas minimum OJK

Pendapatan jasa asuransi turut bertumbuh 11,7% menjadi Rp6,56 triliun. Sementara itu, total aset perusahaan mencapai Rp32,84 triliun sepanjang tahun berjalan.

Detik Finance melaporkan bahwa ekspansi bisnis yang sehat dan efisiensi pengelolaan investasi menopang hasil positif tersebut. Perusahaan memadukan langkah itu dengan pengelolaan risiko yang disiplin untuk menjaga struktur keuangan.

Transparansi Melalui PSAK 117

Penerapan PSAK 117 pada industri asuransi jiwa sepanjang 2025 dimanfaatkan IFG Life untuk meningkatkan transparansi dan mutu pelaporan keuangan. Langkah ini melengkapi penguatan tata kelola serta pengelolaan investasi yang terukur.

Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, menyebut kinerja 2025 mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperkuat struktur bisnis. Menurut dia, capaian itu sekaligus meningkatkan kemampuan perseroan menghadirkan perlindungan yang relevan bagi masyarakat Indonesia.

“Kinerja 2025 menjadi cerminan dari upaya tersebut, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan untuk terus memenuhi komitmen kepada seluruh pemegang polis dan menghadirkan perlindungan yang relevan di setiap tahap kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Ryan Diastana Firman. Pernyataan tersebut menghubungkan pertumbuhan kinerja dengan fokus layanan kepada pemegang polis.

Dalam agenda berikutnya, IFG Life berencana melanjutkan inovasi produk dan memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra. Perusahaan juga akan menjaga pengelolaan investasi yang terukur untuk mempertahankan kepercayaan publik.

Dengan pendapatan jasa asuransi yang bertumbuh, aset puluhan triliun rupiah, serta RBC di atas batas minimum, IFG Life melanjutkan penguatan fondasi keuangannya. Posisi itu menjadi bagian dari komitmen perseroan menjaga kewajiban kepada pemegang polis.

Baca Juga