Posisi opposite hitter menjadi salah satu persaingan paling terbuka dalam pemusatan latihan tim nasional voli putra Indonesia. Reidel Toiran memberi kesempatan kepada sejumlah pemain untuk mengisi peran tersebut setelah Rivan Nurmulki mundur dari tim nasional.
Agil Angga dan Boy Arnez mendapat peluang mencoba posisi opposite. Mereka akan bersaing dengan Rama Fazza Fauzan serta Fauzan Nibras untuk merebut tempat dalam skuad Asian Games 2026.
| Pemain | Peluang Seleksi |
|---|---|
| Agil Angga | Mencoba opposite hitter dan masih berpeluang masuk skuad akhir |
| Boy Arnez | Mendapat kesempatan mencoba opposite hitter |
| Rama Fazza Fauzan | Menjadi kandidat opposite hitter |
| Fauzan Nibras | Menjadi kandidat opposite hitter |
Staf pelatih belum menilai performa para kandidat di posisi tersebut sebagai sesuatu yang konsisten. Karena itu, persaingan selama pemusatan latihan masih akan sangat menentukan keputusan Reidel.
Agil termasuk pemain yang menjadi perhatian dalam evaluasi. Penampilannya disebut belum mencapai kondisi maksimal, tetapi pintu menuju daftar final belum tertutup.
Perkembangan yang ditunjukkan Agil selama latihan akan menentukan peluangnya. Reidel menilai pemain tersebut dapat memperbesar kesempatan jika mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya.
Hanya 12 Pemain Berangkat ke Nagoya
Perebutan posisi opposite merupakan bagian dari seleksi besar yang melibatkan 18 pemain. Dari jumlah itu, hanya 12 pemain yang akan dibawa Indonesia ke Nagoya, Jepang, untuk Asian Games 2026.
Pelatih tidak akan langsung menetapkan 12 nama akhir. Seleksi dirancang dalam dua tahapan agar perkembangan setiap pemain dapat dipantau sebelum keputusan terakhir dibuat.
| Fase | Peserta | Keputusan |
|---|---|---|
| Tahap pertama | 18 pemain | Menjadi 14 pemain |
| Tahap akhir | 14 pemain | Menjadi 12 pemain |
Pemangkasan dari 18 menjadi 14 pemain direncanakan berlangsung dalam sekitar dua pekan. Setelah itu, staf pelatih akan kembali melakukan evaluasi untuk menentukan dua nama yang tidak masuk rombongan ke Asian Games.
Jumlah peserta seleksi saat ini lebih sedikit dari rencana awal Reidel. “Ini sebenarnya kita mau 22 pemain untuk seleksi, cuman di-acc-nya 18,” ujar Reidel Toiran.
Target Perunggu Menambah Tekanan Seleksi
Indonesia dibebani target meraih medali perunggu di Nagoya. Ambisi itu menempatkan tim nasional dalam persaingan berat melawan Iran, Jepang, dan China.
Karena target tersebut, kemampuan individu tidak akan menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan skuad. Konsistensi selama pemusatan latihan menjadi faktor penting untuk memilih pemain yang paling siap.
Doni Haryono Tidak Masuk Daftar Pemusatan Latihan
Nama Doni Haryono tidak terdapat dalam daftar 18 pemain yang dipanggil. Ia memilih fokus memulihkan cedera bahu yang dialaminya.
Sumber internal PBVSI menyatakan Doni sempat masuk daftar pemain yang disodorkan kepada Komite Olimpiade Indonesia. Namun, keputusan akhir pemanggilan tetap berada di tangan pelatih.
“Kenapa itu tidak masuk ke daftar 18 pemain yang dipanggil, itu kewenangan pelatih yang menjawab,” ujar sumber PBVSI. Federasi menyerahkan pemilihan skuad kepada Reidel dan staf pelatihnya.
Seluruh pemain yang masih mengikuti pemusatan latihan tetap memiliki ruang untuk membuktikan diri. Keputusan akhir akan membentuk tim yang disiapkan untuk memenuhi target medali Indonesia di Asian Games 2026.






