Perjalanan menuju Jamnas 2026 tidak selalu dimulai dengan suasana perkemahan yang menyenangkan bagi para peserta. Ada peserta yang menghabiskan empat hari di dalam bus, sementara peserta lain menerima kabar kapal yang pernah ditumpanginya terbakar di tengah laut.
Rangkaian pengalaman tersebut muncul pada hari kedua pelaksanaan Jambore Nasional 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur. Meski menghadapi kelelahan, cuaca panas, dan biaya tambahan, peserta tetap mengikuti kegiatan yang mempertemukan sekitar 21.000 siswa itu.
Syaila dari kontingen Aceh menempuh perjalanan darat ke Jakarta menggunakan bus selama empat hari. Perjalanan panjang tersebut membuatnya lelah, namun ia menilai kesempatan mengikuti jambore nasional sebanding dengan perjuangan yang dijalani.
Tantangan Syaila belum berhenti ketika tiba di Jakarta. Ia perlu menyesuaikan diri dengan waktu terbit matahari serta jadwal salat yang berbeda dari daerah asalnya.
“Ada culture shock soal jam shalat dan matahari. Di sini matahari lebih duluan daripada di sana. Di Aceh jam 6 pagi itu masih gelap banget, kalau di sini sudah mulai terang,” ujar Syaila di Lapangan Utama Buperta Cibubur pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Perbedaan Pengalaman Antar-Kontingen
| Asal Kontingen | Pengalaman | Dampak bagi Peserta |
|---|---|---|
| Aceh | Bus selama empat hari | Peserta menghadapi kelelahan sebelum tiba di Jakarta. |
| Aceh | Culture shock waktu pagi | Peserta menyesuaikan matahari terbit dan jadwal salat. |
| Nusa Tenggara Barat | Kapal terbakar setelah perjalanan | Peserta bersyukur sudah tiba di Cibubur dengan selamat. |
| Nusa Tenggara Barat | Pengeluaran tambahan | Biaya pribadi yang disebut peserta mencapai Rp5,8 juta. |
Peserta dari Nusa Tenggara Barat menghadapi cerita perjalanan yang berbeda. Syafira Arthalita Abrar dan Sherly Olivia Putri sebelumnya menyeberang dari Lombok ke Bali menggunakan kapal sebelum tiba di lokasi jambore.
Setelah berada di Buperta Cibubur, keduanya mendapat kabar kapal tersebut mengalami kebakaran hebat ketika berlayar kembali ke Lombok. Syafira mengatakan informasi itu memunculkan rasa syukur karena rombongan mereka telah menuntaskan perjalanan dengan aman.
“Kami sujud syukur sekali. Kapal yang kami tumpangi dari Lombok ke Bali itu, setelah kami sampai di Buperta dan kapal itu mau balik lagi ke Lombok, ternyata kapalnya kebakaran di tengah laut,” kata Syafira.
Di luar masalah transportasi, kebutuhan dana pribadi juga menjadi perhatian bagi peserta NTB. Syafira menyebut biaya yang disediakan sekolah belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
Ia mengaku telah mengeluarkan dana hingga Rp5,8 juta dan masih mengkhawatirkan kecukupan biaya sampai agenda berakhir. Sherly menilai pengeluaran itu tetap layak karena pengalaman yang diperoleh selama jambore.
Panas Cibubur dan Agenda yang Dinanti
Perbedaan cuaca menjadi penyesuaian lain bagi peserta dari sejumlah wilayah. Sherly menyampaikan panas Jakarta terasa berbeda dari Nusa Tenggara Barat, meski suasana kegiatan di Buperta tetap membuat peserta menikmati acara.
Jamnas 2026 memadukan agenda kepramukaan dengan pendidikan, permainan, wisata, serta hiburan. Kegiatan ini dibuka pada 14 Agustus 2026 bertepatan dengan Hari Pramuka ke-65 dan dijadwalkan selesai pada 21 Agustus 2026.
Syafira menantikan konser yang menghadirkan Raim Laode, Ghea Indrawari, Arsy Widianto, dan Sheila on 7. Ia juga berharap Presiden Prabowo hadir dalam kegiatan Pramuka Indonesia tersebut serta dapat mempertimbangkan biaya Jambore Dunia agar digratiskan.






