Pembersihan Senjata Gaza Ditargetkan Segera, Pembangunan Tetap Menunggu Hasilnya

Pembersihan senjata dan penutupan terowongan di Gaza diproyeksikan dimulai dalam 30 hari ke depan. Capaian utama dari proses keamanan itu ditargetkan berada pada rentang 60 hingga 90 hari setelah tahap awal berjalan.

Tenggat tersebut menjadi penting karena rekonstruksi fisik Gaza belum akan diizinkan dimulai sebelum demiliterisasi selesai. Kesepakatan Israel dan Dewan Perdamaian bentukan Amerika Serikat menempatkan pelucutan senjata sebagai prasyarat pembangunan kembali.

Rekonstruksi Bergantung pada Komite Keamanan

Komite pertama yang dibentuk dalam kesepakatan ini ditugaskan membersihkan persenjataan dari Gaza dan memastikan demiliterisasi total. Mandat itu membuat capaian komite keamanan menjadi penentu bagi dimulainya proyek infrastruktur di wilayah tersebut.

Belum ada rincian mengenai mekanisme pelaksanaan, pihak yang menjalankan operasi, maupun ukuran keberhasilan demiliterisasi. Meski demikian, penutupan terowongan disebut sebagai bagian dari target pembersihan keamanan.

TahapRencana WaktuFokus
Tahap awal30 hari ke depanPembersihan senjata dan penutupan terowongan
Target capaian utama60 hingga 90 hari setelahnyaProses demiliterisasi

Kebutuhan Warga Masuk Agenda Transisi

Selain komite keamanan, kesepakatan tersebut membentuk komite kedua yang menangani kebutuhan dasar penduduk Gaza. Tugasnya mencakup akses air bersih, sanitasi, dan persoalan kesehatan masyarakat.

Pembagian mandat itu menunjukkan bahwa masa transisi Gaza dirancang dengan dua jalur, yakni penataan keamanan dan penanganan sipil. Namun, pembangunan fisik tetap tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan penghilangan persenjataan.

Jaminan Hak Pertahanan Israel

Amerika Serikat menyatakan akan mendukung penataan keamanan Gaza sekaligus menjaga hak Israel untuk membela diri dari ancaman langsung. Jared Kushner menyampaikan bahwa demiliterisasi menjadi batas yang tidak dapat dilewati oleh agenda rekonstruksi.

“Pemerintah AS tidak akan mengizinkan proses rekonstruksi berjalan sebelum demiliterisasi wilayah tersebut rampung. Namun, kami juga tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri dari ancaman langsung,” ujar Kushner menurut Fox News.

Pembentukan komite disepakati dalam dialog tertutup di Israel yang melibatkan Benjamin Netanyahu, Kushner, Nickolay Mladenov, dan Tony Blair. Kantor Perdana Menteri Israel menyebut melalui akun X bahwa pembahasan berlangsung mendalam dan konstruktif.

Rencana Tahap Kedua

Perwakilan Dewan Perdamaian sebelumnya telah bertemu pejabat Hamas di Kairo untuk membicarakan inisiatif tahap kedua. Salah satu isu yang dibahas ialah kemungkinan pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina.

Rencana pengerahan pasukan stabilisasi internasional juga masuk dalam pembahasan lanjutan tersebut. Akan tetapi, kesepakatan yang telah dikonfirmasi saat ini masih berpusat pada dua kelompok kerja untuk keamanan serta kebutuhan sipil Gaza.

Baca Juga