Getaran 10 Detik Membuat Warga Padang Mencari Area Terbuka usai Gempa M6,1

Guncangan sekitar 10 detik membuat sejumlah warga Kota Padang, Sumatera Barat, mencari area terbuka pada Selasa, 18 Agustus 2026. Getaran itu berasal dari gempa bumi magnitudo 6,1 yang terjadi pada pukul 13.02 WIB.

Warga dan pekerja memilih keluar dari bangunan setelah merasakan getaran yang cukup kuat. Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat Padang yang memiliki pengalaman terhadap gempa sebelumnya.

Guncangan Terasa di Padang

Fahmi, pekerja di PT Semen Padang, menggambarkan suasana ketika gempa terasa. “Gempanya cukup kencang dan membuat takut. Orang-orang langsung berlari ke luar,” katanya.

Ia menyebut para pekerja meninggalkan ruangan dan bergerak ke area terbuka. Tindakan itu dilakukan saat getaran masih dirasakan di Kota Padang.

Getaran yang menjangkau Sumatera Barat menunjukkan bahwa dampak guncangan tidak hanya dirasakan di sekitar pusat gempa. Namun, informasi awal yang tersedia belum mencatat adanya korban jiwa atau kerusakan.

Pusat Gempa Berada di Tenggara Nias Selatan

Menurut BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 0,65 Lintang Selatan dan 98,32 Bujur Timur. Pusat gempa tercatat sekitar 147 kilometer di tenggara Nias Selatan.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 29 kilometer. BMKG mengidentifikasinya sebagai gempa berkekuatan magnitudo 6,1.

Lembaga tersebut juga menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Pernyataan itu disampaikan dalam informasi resmi mengenai gempa yang terjadi pada pukul 13.02 WIB.

Data Masih Dimutakhirkan

Belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa hingga informasi awal dirilis. Pihak berwenang masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

BMKG terus memutakhirkan parameter gempa, termasuk data magnitudo dan lokasi episenter. Pemutakhiran diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat.

Warga di Nias Selatan dan Kota Padang kini menunggu informasi lanjutan dari pihak berwenang. Keterangan awal tetap menegaskan bahwa gempa magnitudo 6,1 tersebut tidak memicu potensi tsunami.

Meski tidak berpotensi tsunami, getaran yang cukup kencang di Padang membuat sebagian warga menghentikan aktivitas dan menjauh dari bangunan. Situasi itu memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap setiap guncangan yang terasa di kota tersebut.

Baca Juga