Tio Ferdian Rahmana menyampaikan permintaan maaf setelah percakapan WhatsApp pribadinya terkait aborsi memicu polemik. Klarifikasi itu disampaikan ketika predikat duta wisata yang diembannya telah dicopot dan pekerjaan kontraknya di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya tidak dilanjutkan.
Ia menyatakan komunikasi tersebut disampaikan dalam keadaan panik. Tio juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat percakapan yang menjadi perhatian publik itu.
“Saya memohon maaf atas komunikasi WhatsApp yang kurang tepat. Saat itu saya dalam kondisi panik. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Tio dalam klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.
Permintaan agar Publik Melihat Secara Berimbang
Dalam pernyataan yang sama, Tio meminta masyarakat tidak segera menjatuhkan vonis berdasarkan satu sisi cerita. Ia menegaskan tidak meminta publik membenci siapa pun dalam persoalan tersebut.
“Saya tidak meminta masyarakat membenci siapa pun. Saya hanya meminta agar jangan menjatuhkan vonis berdasarkan satu sisi cerita,” ucapnya. Permintaan itu menjadi bagian dari penjelasan Tio atas polemik yang berkembang.
Tio mengaku sudah mengetahui persoalan tersebut sebelumnya. Ia menyatakan telah menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab atas hubungan yang dijalaninya.
“Saya telah mengetahui persoalan ini sebelumnya dan menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab,” jelasnya. Pernyataan itu disampaikan setelah isu percakapan WhatsApp tersebut mencuat ke ruang publik.
Dampak terhadap Peran dan Pekerjaan
Konsekuensi polemik tidak hanya menyangkut citra pribadi Tio, tetapi juga status publik dan pekerjaannya. Ia tidak lagi melanjutkan tugas sebagai pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Selain itu, pencopotan dilakukan terhadap predikat Duta Wisata Jawa Timur yang melekat pada kiprahnya. Predikat itu mencakup capaian Tio sebagai Raka Raki Jawa Timur dan Cak dan Ning Surabaya.
| Aspek | Status Sebelumnya | Perkembangan |
|---|---|---|
| Predikat duta wisata | Raka Raki Jawa Timur serta Cak dan Ning Surabaya periode 2023–2026 | Dicopot |
| Pekerjaan | Pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya | Tidak lagi dilanjutkan |
Pencopotan itu disebut terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pada hari yang sama, Tio mengunggah klarifikasi terbuka melalui media sosial pribadinya.
Beritajatim.com melaporkan persoalan tersebut membuat Tio kehilangan kepercayaan dari sejumlah pihak. Dampak akhirnya menyentuh dua predikat duta wisata yang sebelumnya disandangnya serta kelanjutan pekerjaan kontraknya.
Raka Raki Jawa Timur dan Cak dan Ning Surabaya merupakan capaian yang sebelumnya diemban Tio dalam periode 2023–2026. Setelah polemik berkembang, kedua status tersebut tidak lagi melekat pada dirinya.
Kasus ini menyoroti dampak komunikasi pribadi yang tersebar terhadap tanggung jawab dan peran di ruang publik. Tio menempatkan permintaan maaf, kondisi panik, serta tawaran pernikahan sebagai inti dari klarifikasinya.






