Empat Ton Beras hingga Tenda Darurat, Respons Jawa Tengah untuk Gempa di NTT Mulai Bergerak

Empat ton beras, tenda keluarga, terpal, obat-obatan, hingga perlengkapan mandi masuk dalam bantuan tahap pertama yang dikirim Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke Nusa Tenggara Timur. Dukungan ini ditujukan bagi warga yang terdampak gempa bumi dan membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar dalam masa darurat.

Pengiriman tersebut tidak hanya memuat barang bantuan. Sebanyak 16 personel dari sejumlah instansi turut diberangkatkan untuk menjalankan fungsi pencarian dan pertolongan, logistik, serta kesehatan.

Kebutuhan keluarga menjadi perhatian

Perlengkapan yang dibawa mencakup kebutuhan pangan, hunian sementara, dan keperluan keluarga sehari-hari. Makanan siap saji, biskuit, paket sembako, serta obat-obatan disiapkan untuk mendukung kebutuhan awal warga terdampak.

Paket bantuan juga meliputi matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok bayi, dan popok dewasa. Untuk menunjang tempat tinggal sementara, Pemprov Jawa Tengah mengirim terpal, tenda gulung, tenda keluarga, serta dapur lapangan.

Kelompok BantuanRincianPeruntukan
Pangan4 ton beras, makanan siap saji, biskuit, sembakoKebutuhan makan warga
Hunian6.587 paket, terpal, tenda, dapur lapanganPenunjang kebutuhan papan
Kebersihan dan kesehatanObat-obatan, sabun, sampo, perlengkapan mandiKebutuhan harian dan layanan kesehatan

Lampu darurat turut dimasukkan untuk membantu kebutuhan penerangan. Bantuan kebersihan terdiri atas sabun cuci, sabun mandi, sampo, serta perlengkapan mandi lainnya.

Jumlah paket kebutuhan papan yang dikirim mencapai 6.587 paket. Skala muatan ini memperlihatkan perhatian pada kebutuhan perlindungan warga, selain pemenuhan pangan selama penanganan bencana.

Tim lintas instansi diberangkatkan

Personel berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan PMI Jawa Tengah. Mereka dibagi dalam tiga fungsi agar penanganan bantuan dapat mencakup kebutuhan yang berbeda di lapangan.

Fungsi Urban Search and Rescue atau SAR dipersiapkan untuk mendukung kondisi darurat. Fungsi logistik menangani pengelolaan bantuan, sedangkan fungsi kesehatan mendukung layanan bagi warga terdampak.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan pembagian tugas tersebut. Kehadiran tim membuat pengiriman tahap pertama tidak terbatas pada penyaluran barang kemanusiaan.

Penyaluran dipantau setiap hari

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau kendaraan pengangkut bantuan di Semarang pada Senin, 17 Agustus. Ia meminta tim segera membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT agar bantuan disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak.

“Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran,” kata Ahmad Luthfi. Ia menekankan pentingnya pemantauan kegiatan distribusi selama bantuan menuju dan berada di daerah terdampak.

Perjalanan bantuan ditempuh melalui jalur darat dan laut. Ahmad Luthfi mengingatkan seluruh personel untuk menjaga keselamatan sepanjang perjalanan panjang tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa para relawan menjalankan amanah kemanusiaan yang harus diemban dengan tanggung jawab dan keikhlasan. Personel diminta memberikan layanan terbaik serta menjaga nama baik Jawa Tengah.

Pengiriman pertama bukan akhir dukungan

Pemprov Jawa Tengah menyiapkan kemungkinan bantuan lanjutan setelah tahap pertama diberangkatkan. Ahmad Luthfi meminta sekretaris daerah dan wakil gubernur berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan respons berikutnya.

Langkah itu ditujukan agar bantuan dapat menyesuaikan kebutuhan di wilayah terdampak. Jateng Antara menyebut distribusi tahap pertama akan terus dipantau melalui pembaruan kegiatan harian.

Baca Juga