PBV BBCA Turun dari Rata-rata, Investor Asing Justru Terus Menambah Kepemilikan

Valuasi PBV BBCA berada di 2,89 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yang mencapai 4,3 kali. Posisi tersebut muncul saat investor asing terus menambah kepemilikan saham bank swasta terbesar itu selama tiga pekan berturut-turut.

Dalam periode 27 Juli sampai 14 Agustus 2026, pembelian bersih asing di saham BBCA mencapai Rp788,53 miliar. Harga sahamnya tidak langsung mengikuti arus tersebut karena ditutup turun 0,39% ke Rp6.350 pada 14 Agustus 2026.

Ruang Harga Menurut Sekuritas

Perbedaan antara valuasi saat ini dan rerata historis menjadi salah satu dasar pandangan konstruktif sejumlah sekuritas. Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk strategi perdagangan jangka pendek dengan target harga Rp7.000.

Kiwoom Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga 12 bulan Rp8.075. Penilaian itu tetap disertai perhatian terhadap risiko tekanan net interest margin serta persaingan dalam penghimpunan dana.

Target harga dari sekuritas tidak menghilangkan risiko pergerakan pasar dalam jangka pendek. Koreksi harian pada 14 Agustus menunjukkan harga saham masih dapat bergerak berbeda dari arah transaksi investor asing.

Fundamental BCA Menjadi Penopang

BCA mencatat laba bersih Rp29,5 triliun pada semester I-2026, tumbuh 1,8% secara tahunan. Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai kinerja laba tersebut masih resilien.

Laba operasional sebelum pencadangan atau PPOP tumbuh 2,5% secara tahunan. Pendapatan non-bunga membantu menopang hasil usaha ketika pendapatan bunga bersih melemah dan margin bunga bersih menghadapi tekanan.

IndikatorSemester I-2026Perubahan
Laba bersihRp29,5 triliunNaik 1,8% tahunan
Penyaluran kreditRp1.035,6 triliunNaik 8% tahunan
Kredit korporasiRp513,4 triliunNaik 13,6% tahunan
Dana murah CASARp1.082,3 triliunNaik 10,2% tahunan

Penyaluran kredit BCA mencapai Rp1.035,6 triliun hingga akhir semester pertama. Kredit korporasi menjadi penggerak utama setelah tumbuh 13,6% secara tahunan menjadi Rp513,4 triliun.

Pembiayaan kendaraan bermotor pada segmen kredit konsumer tercatat melambat. Sementara itu, dana murah CASA naik 10,2% secara tahunan menjadi Rp1.082,3 triliun.

Kualitas aset perseroan berada pada kondisi terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto 1,9%. Loan at risk tercatat di level 4,9%, melengkapi gambaran fundamental yang menjadi perhatian pasar.

Akumulasi Tiga Pekan

Arus beli asing terbesar terjadi pada pekan terakhir Juli 2026 dengan nilai Rp426,56 miliar. Pembelian kemudian berlanjut Rp140,13 miliar pada pekan pertama Agustus dan Rp221,84 miliar pada 10-14 Agustus.

PeriodePembelian Bersih Asing
Pekan terakhir Juli 2026Rp426,56 miliar
Pekan pertama Agustus 2026Rp140,13 miliar
10-14 Agustus 2026Rp221,84 miliar

Data Investor Daily memperlihatkan pembelian asing tetap berlangsung meski nominalnya berfluktuasi setiap pekan. Perkembangan itu membuat valuasi dan ketahanan kinerja BCA menjadi dua faktor utama dalam membaca pergerakan saham BBCA.

Baca Juga